Resensi Novel Ceros dan Batozar, Komet dan Komet Minor

Ceros dan Batozar, Komet dan Komet Minor adalah tiga novel lanjutan petualangan Raib, Ali dan Seli di dunia pararel yang ditulis oleh Tere Liye dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Sebelumnya petualangan mereka bertiga sudah ditulis di novel Bumi, Matahari, Bulan, dan Bintang.

IMG_20190430_115550.jpg

1. Ceros dan Batozar

Penulis : Tere Liye, Tahun Terbit : Mei 2018, Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Halaman : 359 halaman

CEROS

Ceros adalah bagian pertama dari buku Ceros dan Batozar dimana dalam bagian ini penulis menceritakan tentang pertemuan secara tidak sengaja dengan ceros di dasar bumi.

Sinopsis

Raib, Seli dan Ali adalah tiga orang sahabat yang memiliki kekuatan masing-masing. Raib bisa menghilang, Seli bisa mengeluarkan petir dan Ali si jenius yang penampilannya acak-acakan mampu melakukan apa saja. Mereka bertiga sudah bertualang ke beberapa dunia pararel dan telah melewati berbagai kisah. KAli ini, mereka mengikuti karya wisata yang diwajibkan oleh sekolah mereka. Mereka bertiga memilih ikut berkunjung ke tempat bersejarah ternama di luar kota yang membutuhkan waktu tiga jam menggunakan pesawat terbang. Awalnya, Raib hanya menduga bahwa perjalanan mereka di bumi mereka sendiri adalah liburan biasa tetapi tanpa sepengetahuan mereka karya wisata yang mereka ikuti di klan sendiri yaitu Klan Bumi menyimpan sebuah misteri.

Setelah mereka tiba di situs bersejarah, Bu Ati – guru sejarah mereka- menjelaskan situs bersejarah itu, tiba-tiba Ali memanggil Seli dan Ali keluar dari rombongan dan belok ke kiri ke bAlik salah satu bangunan setengah bola. Raib dan Seli mengejarnya berusaha menghentikan tindakan Ali. Tetapi itu tidak menghalangi Ali, sensor dunia pararel yang dibuat oleh Ali menangkap aktivitas dunia pararel di sekitar situs itu. Sensor itu menunjukkan skala 10 itu artinya kekuatan yang terdeteksi itu sangat besar.

Mereka menaiki ILy dan terbang dengan kecepatan tinggi. Ily- pesawat kapsul mereka – menembus pintu masuk bangunan di bawah laut. Di Pintu masuk, mereka bertiga melihat ada patung ceros – manusia setengah badak yang menjulang tinggi.

Setelah mereka tiba di dasar bumi, mereka masuk ke ruangan kubus dan ada beberapa bangunan setengah bola di sana. Ruangan itu adalah pintu masuk ke sebuah ruangan yang tempat banguan kiuno.Bangunan kuno itu dilengkapi dengan pemandangan alam yang indah. Mereka menikmati sunset yang terbenam di dinding timur dibalik pegunungan salju. Ketika Ali akan memeriksa ruangan dengan sensor, ketika itulah mereka mendengar pukulan yang sangat keras menyerang mereka. Dari atas permukaan danau, mahkluk itu datang dengan tinggi sekitar empat puluh meter, berbadan manusia dan berkepala badak. Mahluk itu persis dengan yang mereka jumpai di pintu masuk. Dan ada dua mahluk yang menyerang mereka bertubi-tubi. Meskipun mereka berusaha keluar dari ruangan tersebut, ILY tidak bisa menembus ruangan itu. Akhirnya Ali memutuskan agar mereka keluar dari kapsul. Dan mereka bertarung tetapi dua monster itu seperti tidak terkalahkan padahal Raib, Ali dan Seli sudah mengeluarkan semua kekuatan mereka. Saat mereka bertarung, matahari terbit di dinding timur dan dua monster itu terbanting ke lantai dan menghilang tetapi digantikan oleh dua manusia biasa Laki-laki. Ketika itulah dua ceros/ badak bercula itu pergi digantikan oleh dua orang pemuda yang sangat mirip.

Kedua pemuda itu bernama Ngglanggeran dan Ngglanggeram yang berasal dari Klan Aldebaran. Aldebaran adalah bintang paling terang di konstelasi Taurus, berjarak 65 tahun cahaya dari Matahari. Ngganggeram dan Ngglanggeran adalah kembar/ Binjak.

Saat Raib bertanya mereka ada di ruangan apa, Ngglanggeran menyatakan bahwa ruangan itu adalah Bor-O-Bdur. Bor-O-Bdur adalah tempat tinggal terbaik mereka sebelum seorang anak muda mencuri sesuatu dari ruangan itu. Empat puluh ribu tahun lalu, Klan Aldebaran melakukan ekspedisi ke klan lain. Kedua pemuda itu tiba di Klan Bumi bersama sekitar seratus orang lain. Kedatangan Klan Aldebaran memiliki tujuan yang mulia yaitu menyebarkan pengetahuan Aldebaran sehingga bisa diterima baik oleh penduduk bumi. Mereka mengajarkan bahasa, cara berburu, cara bertani, ilmu pengetahuan dan tekhnologi kepada penduduk Klan Bumi. Penduduk Klan Bumi mulai mengalami kemajuan. Beberapa diantara mereka membuat kerajaan, senjata, dan mereka mulai berperang. Itulah sebabnya Klan Aldebaran memisahkan diri dari Klan Bumi.

Awalnya bangunan itu ada di permukaan bumi, di tengah danau, dan Klan Aldebaran hidup aman dan damai sampai dua ribu tahun lalu, seorang pemuda berhasil mendatangi Klan Aldebaran – kemungkinan bukan penduduk asli Klan Bumi karena memiliki kemampuan seperti yang dibawa klan Aldabaren seperti teknik penyembuhan, pukulan berdentum dan menghilang. Anak muda itu datang untuk belajar dan Klan Aldebaran menyambutnya dengan baik. Ternyata anak muda itu sangat ambisius dan memaksa menguasai teknik pAling penting milik Ngglanggeran dan Ngglanggeram yaitu teknik manipulasi ruang dan waktu. Karena si kembar Ngglanggeran dan Ngglanggeram menolak untuk mengajari teknik itu, Anak muda itu pergi diam-diam meninggalkan tempat itu dan mencuri benda pAling penting milik Ngglanggeran dan Ngglanggeram.

Tanpa benda itu, saat malam tiba ceros / monster yang menyerang Raib, Ali dan Seli akan muncul dan menyerang apa saja dan siapa saja. Tetapi saat matahari terbit ceros akan menghilang dan meninggalkan kerusakan. Setelah benda itu hilang maka ceros akan mengamuk dan menghabisi satu persatu Klan Aldebaran, Ceros juga akan menyerang tempat tinggal di bumi. Sehingga Ngglanggeran dan Ngglanggeram memutuskan memasukkan ruangan itu ke dalam perut bumi. Si kembar mengunci ruangan itu dengan lorong-lorong dan selaput tak kasat mata. Sehingga benda apapun bisa masuk ke dalam ruangan tersebut tetapi tidak bisa keluar. Ngglanggeran dan Ngglanggeram membuat siklus siang dan malam di ruangan tersebut lebih singkat agar ceros tidak banyak merusak apapun yang ada di ruangan Bor-OBdur. Raib, Seli dan Ali melewati siklus kehidupan mereka di ruangan itu dengan mengikuti siklus siang dan malam. Apabila pagi hari tiba mereka akan bertemu dengan si kembar dan menikmati sarapan ataupun berkeliling dengan Ngglanggeram ataupun Ngglanggeran. Jika malam tiba mereka akan melihat dan merasakan kemarahan ceros dari bangunan setengah bola di ruangan itu.

Saat ketiga sahabat itu berusaha menanyakan kepada si kembar Ngglanggeran dan Ngglanggeram bagaimana cara agar mereka dapat meninggalkan ruangan itu, si kembar menyatakan hanya ceros yang bisa membawa mereka keluar dari ruangan tersebut. Akhirnya Ali – si jenius- menemukan satu rahasia. Ceros itu adalah si kembar. Si kembar tidak tahu mereka berubah menjadi ceros karena benda yang dicuri oleh si anak muda. Benda yang dicuri itu adalah sepasang sarung tangan yang dikenakan Ali. Sarung tangan itu adalah milik Ngglanggeram dan Ngglangeran. Benda itulah dulunya yang dicuri oleh si Tanpa Mahkota. Karena benda itu tidak bisa dipakai oleh si Tanpa Mahkota maka dia meninggalkan sarung tangan itu di Kota Zaramaraz dua ribu tahun lalu. Ali memutuskan untuk memberi satrung tangan itu kepada si kembar agar Raib dan Seli bisa pulang sementara dia akan tinggal di ruangan itu.

Si kembar Ngglanggeran dan Ngglanggeram sangat senang menerima sarung tangan itu. Sarung tangan itu disebut sebagai sarung tangan pengendAli. Saat menggunakannya, tubuh Ngglanggeran dan Ngglanggeram tidak berubah menjadi ceros tetapi hanya sarung tangannyalah yang berubah.

Saat Ali memutuskan untuk tetap tinggal di Bor-o-Bdur dan mengantarkan kedua sahabatnya dengan kapsul Ily, Ngglanggeran dan Ngglanggeram menyerahkan sarung tangan itu kepada Ali sebagai pemilik yang baru dan memberi kesempatan Ali untuk pulang. Sedangkan mereka berdua memilih untuk tetap berada di ruangan itu dan tetap menjadi ceros jika malam hari tiba.

BATOZAR

Bagian ini adalah bagian kedua dari buku ini, yang menjadi awal petualangan mereka ke Klan Komet dan Komet Minor.

Sinopsis

Satu minggu setelah kepulangan Raib, Ali dan Seli dari situs bersejarah itu ada berita mengghebohkan yang menjadi bahan perbincangan di kota mereka. Sebuah kapsul terbang yang diyakini oleh masyarakat adalah UFO, terbang di atas situs bersejarah itu. Saat Raib melihat beritanya, dia melihat bahwa itu adalah ILY, kapsul terbang mereka. Saat Raib ingin mengkonfirmasi tentang kelalaian Ali menaktifkan mode menghilang ILY, dia tetap tidak punya kesempatan berbicara dengan Ali. Sampai akhirnya, Raib dan Seli mendapat panggilan dari ruang Bimbingan KonSeling (BK). Sesampainya di ruangan BK, Ali ada disana dan Raib menumpahkan kemarahannya karena kelalaian Ali menerbangkan ILy sembarangan. Ali mengelak bahwa itu bukan ILY. Ternyata Miss Selena sudah ada di ruangan itu dan menengahi perdebatan mereka membenarkan Ali bahwa kapsul terbang itu bukanlah ILY.

Kapsul itu adalah salah satu kapsul yang dibuat oleh Klan Bulan dan Klan matahari digunakan untuk mencari pasak bumi. Kapsul itu adalah jenis yang sama dengan ILY. Kapsul itu juga disimpan di ruangan dengan system keamanan tinggi di pusat penelitian Kota Tishri. Kapsul itu mendadak hilang dan dicuri oleh seseorang. Sehingga penduduk Klan Bumi tidak sengaja merekamnya di area situs kuno tempat Raib, Seli dan Ali berkaryawisata. Pencurinya adalah Batozar sang Penjagal – Seorang criminal berbahaya dari Klan Bulan yang dipenjara seumur hidup karena membunuh seluruh anggota keluarga salah satu anggota komite Klan Bulan. Dia berhasil lolos dari penjara dan membawa salah satu kapsul perak itu.

Berdasarkan penjelasan Miss Selena, Batozar menguasai teknik Klan Bulan yang terbaik dan terlengkap. Batozar juga memiliki seni berkelahi tingkat tinggi dan dia adalah pengintai terbaik sebelum masuk ke dalam penjara. Kelolosan Batozar adalah situasi darurat bagi Klan Bumi. Tetapi kAli ini Miss Selena melarang ketiga sahabat itu untuk mencari tahu tentang keberadaan Batozar.

Meskipun Ali sudah berjanji tidak akan mencari tahu terntang kapsul prototipe atau pun Batozar, tetapi hal yang tidak terduga datang kepada mereka. Saat pulang sekolah, mereka bertiga menuju rumah makan akan membeli rendang titipan mama Raib, ternyata tanpa disengaja mereka melihat seorang laki-laki berwajah seram percis seperti foto Batozar di tablet Miss Selena. Batozar sedang membeli makanan dan nampaknya dia sudah belajar bahasa Klan Bumi. Ada bekas luka di wajahnya dan mata kirinya rusak berwana merah darah. Tubuhnya tinggi dan besar dan sudah memakai pakaian Klan Bumi. Lelaki itu mengikat rambutnya dengan rapi dan sudah memakai topi. Batozar membayar makanan itu dengan koin emas. Dan setelah itu dia keluar dari rumah makan dan tidak terlihat ada kapsul yang dia bawa. Dia tidak peduli dan berjalan melewati Raib, Seli dan Ali.

Seperti biasa, tanpa diperintah Ali mengikuti Batozar dan kedua temannya pun ikut untuk mengikutinya. Ketika mereka bertiga berjalan mengikuti Batozar, Batozar berhenti di halaman sebuah mal dan duduk di sebuah bangku panjang dan makan di sana. Setelah Batozar duduk, Ali berniat mendekati Batozar dan akan mencoba menempelkan alat pelacak di pakaian Batozar. Ali berhasil mendekatinya dan mengajaknya bicara tetapi Ali tidak berhasil menempelkan alat pelacak itu. Setelah Batozar makan, sisa bungkusan yang dibelinya di rumah makan diberikannya kepada pengemis kemudian Batozar masuk ke dalam mal. Untuk itulah Ali menyimpulkan bahwa Batozar bukanlah orang jahat.

Kemudian, Ali mengajak kedua temannya untuk mengikuti Batozar masuk ke dalam mal. Mereka melihat Batozar singgah ke took alat tulis, kemungkinan untuk membeli perlengkapan melukis. Setelah keluar dari toko alat tulis itu, Batozar sampai di belakang mal dan dia pergi ke ruang ganti pakaian. Batozar masuk ke bilik itu dan menutup tirainya. Raib, Seli dan Ali menunggu Batozar keluar dari ruang ganti itu tetapi Batozar tidak kunjung keluar. Akhirnya mereka memutuskan untuk masuk ke dalam bilik itu tetapi mereka tidak menemukan siapapun di bilik itu. Batozar telah menghilang. Ali mencoba menyalakan sensor Raib untuk medeteksi keberadaan Batozar tetapi sensor miliknya tidak berfungsi. Saat itulah akhirnya Raib sadar dengan keberadaan cermin di bilik itu. Batozar telah berpindah menggunakan cermin itu.

Setelah mereka kehilangan jejak Batozar, mereka menemui Miss Selena di sekolah dan memberitahu bagaimana mereka tidak sengaja melihat Batozar sedang membeli makanan. Miss Selena tetap melarang mereka untuk berurusan dengan Batozar. Miss Selena juga segera menghubungi Av dan Panglima Tog agar mereka tahu keberadaan Batozar.

Meskipun Miss Selena telah melarang Ali untuk mecari tahu tentang Batozar tetap saja Ali akan mencari tahu. Ali semalaman mencari tahu tentang portal cermin. Ali menjelaskan kepada teman-temannya bahwa portal itu adalah teknik berpindah yang sangat kuno dan teknik itu bukan milik Klan Bulan tetapi oleh para pendahulu dari klan lain. Portal cermin juga merupakan portal yang rumit dan berbahaya, karena sekAli cerminnya pecah, seseorang akan terjebak di dalam selama-lamanya.

Sepulang jam sekolah, Ali kemudian mengajak Raib dan Seli untuk kembAli ke rumah makan yang mereka datangi sebelumnya. Ali menebak bahwa Batozar akan kembAli ke rumah makan itu. Ali telah tahu bahwa Batozar akan menciptakan sebuah pola atau kebiasaan seperti hari sebelumnya. Ternyata tebakan Ali memang benar. Mereka melihat Batozar kembAli ke rumah makan tersebut. Kemudian mereka mnegikutinya kembAli ke mal besar. Batozar makan di bangku panjang kosong. Ali menghampirinya dan mengajaknya kembAli mengobrol dan dia berhasil menempelkan pelacak di tempat duduk Batozar.

Tak lama kemudian Batozar meninggalkan Ali di tempat duduk itu, saat Raib dan Seli menanyakan apakah mereka tidak lagi mengikuti Batozar, Ali mengatakan bahwa dia sudah berhasil menempelkan alat pelacak di pakaian Batozar. Lalu, mereka menemui Miss Selena yang masih ada di ruang guru. Dengan alat pelacak itu, posisi Batozar akhirnya terdeteksi. Miss Selena segera menghubungi pasukan bayangan agar penyergapan segera dilakukan. Miss Selena tetap melarang Ali dan kedua sahabatnya untuk ambil bagian dalam penyergapan Batozar. Mereka hanya diizinkan menonton dari ILY, kapsul perak mereka.

Saat mereka mendarat di dekat pabrik terbengkalai tempat Batozar terdeteksi, saat itu jugalah portal Klan Bulan terbuka. Sembilan tim elite pasukan bayangan dan seorang panglima selatan bernama Zaf telah berada di lokasi. Sembilan tim elite pasukan bayangan, Zaf dan Miss Selena mengatur strategi untuk menyergap Batozar. Ketika mereka masuk ke dalam gudang, tampaklah prototipe kapsul yang dicuri oleh Batozar. Saat kedatangan Zaf dan rombongannya, Batozar sedikitpun tidak merasa terganggu dengan kedatangan mereka. Batozar malah asik melukis sebuah foto keluarga. Batozar tidak mengindahkan perkataan Zaf untuk segera menyerah hingga kemudian terjadilah pertarungan antara mereka. Zaf, Miss Selena dan Sembilan tim elite pasukan bayangan tidak mampu menghadapi Batozar. Batozar menggunakan teknik totokan untuk melumpuhkan mereka.

Karena melihat Zaf, Miss Selena dan Sembilan tim elite pasukan bayanagn tidak mampu menghadapi Batozar, saat itulah Raib, Ali dan Seli memutuskan untuk membantu penyergapan Batozar. Meskipun sebenarnya Batozar sudah tahu keberadaan mereka yang melihat dari ILY kapsul perak. Tetapi belum sempat Raib, Ali dan Seli menyerang, saat sarung tangan Raib mengeluarkan salju dan Batozar tersenyum. Batozar mengatakan kepada Raib, Seli dan Ali bahwa orang yang paling dicarinya adalah tiga orang remaja yang dua hari terakhir ditemuinya dan sedang ada di hadapannya. Batozar ternyata mengetahui bahwa Ali telah meletakkan alat pelacak di tempat duduknya sehingga posisinya bisa terdeteksi. Batozar sudah mendengar banyak tentang Raib, Ali dan Seli. Batozar tahu kekuatan mereka bahkan tahu bahwa Raib adalah keturunan paling murni yang mewarisi buku kehidupan. Batozar memanggil Raib dengan sebutan Putri Bulan. Batozar tidak menantang mereka bertarung tetapi menunjukkan lukisannya kepada mereka bertiga. Dia telah mencoba melukis wajah isteri dan anaknya. Lukisan itu sudah dilukisnya ratusan kali tetapi telah terhapus dari ingatan Batozar sejak dia masuk penjara. Batozar mengatakan itulah tujuan utamanya datang ke Klan Bumi. Dia ingin menjumpai Raib. Batozar tahu bahwa Raib memiliki kemampuan berbicara dengan alam. Batozar memohon kepada Raib agar kiranya Raib menunjukkan peristiwa ratusan tahun lalu sehingga Batozar bisa melihat wajah istri dan anaknya.

Tetapi tekhik itu adalah teknik yang sulit. Kemampuan itu masih dua kali digunakan Raib. Kemampuan itu juga tidak akan pernah bisa jika keaadaan tidak terdesak. Sementara Batozar sedang memohon kepada Raib tentang teknik berbicara kepada alam, Zaf, Miss Selena dan Sembilan tim elite pasukan bayangan sudah mulai sadar dari totokan Batozar dan mereka segera mengirim pesan situasi darurat ke markas pasukan bayangan di Kota Tishri. Saat itu juga dua belas kapsul yang dipenuhi senjata mengarah ke tengah kapan pun siap menghantam Batozar. Tetapi Batozar tetap memohon agatr Raib bisa berbicara dengan alam. Batozar tidak memperdulikan ancaman Zaf. Saat Miss Selena diberi perintah untuk membawa Raib, Seli dan Ali dari dekat Batozar, Batozar telah terlebih dahulu melakukan teknik teleportasi yang sangat cepat dan menotok pinggang Raib, Seli dan Ali. Mereka berempat lenyap seketika dari kepungan kapsul dan sudah berada di kapsul curian Batozar. Di dalam kapsul curian itu ada cermin besar. Dalam sekejap Batozar telah membawa ketiga sahabt itu melalui cermin itu.

Batozar membawa mereka ke hamparan salju di kutub utara. Di sana ada sebuah iglo yang dilengkapi dengan peralatan Batozar dan juga ada sebuah cermin besar. Batozar mengatakan bahwa dia menemukan tempat itu saat melatih kemampuan berpindahnya dengan portal cermin. Tempat itu juga yang menjadi favorit Batozar saat dia bertualang ke berbagai klan dunia pararel. Di hamparan salju itu, Batozar meminta Raib untuk menggunakan teknik itu tetapi Raib tetap tidak bisa menggunakannya.

Pada hari kedua di hamparan salju, Batozar membangunkan mereka saat pagi buta. Batozar memperlihatkan kepada mereka gerakan-gerakan indah. Gerakan itu disebut Perfettu. Perffettu artinya keheningan pagi hari yaitu seni bela diri warisan leluhur Klan Bulan, klan matahari dan dunia pararel lainnya. Batozar mengatakan bahwa seni bela diri perfettu bukan untuk berperang tetapi untuk memahami jalan hidup di dalamnya. Seni bela diri itu adalah serangan paling mematikan yang diperkenalkan oleh seorang petani bernama Perfettu. Istilah itu diambil dari namanya. Batozar mengetahui seni bela diri itu dari seorang Nelayan bernama di distrik Iwakasin, distrik yang dikuasi Klan Bulan. Perffettu adalah seseorang yang akan dibunuh oleh Batozar tetapi si Nelayam itu malah mengalahkan Batozar dengan teknik totokan dan mengasihani Batozar lalu menyembuhkannya dan akhirnya menjadi guru Batozar.

Batozar megatakan bahwa dunia pararel tidak pernah kehabisan konflik baik antara pemilik kekuatan dan orang biasa. Saat mengenal perffetu itulah Batozar sadar bahwa semua konflik yang terjadi di dunia pararel adalah topeng, kebencian, kebohongan dan ambisi orang-orang yang berkuasa. Batozar menghentikan pembicaraan tentang perfettu dan konflik antara penguasa saat Ali menanyakan apakah konflik para penguasa itu ada kaitannya dengan kematian anggota keluarga komite Klan Bulan. Batozar benar-benar tidak mau membahasnya dengan mereka tetapi dia mengalihkan perhatian Ali dengan menyuruhnya mencari kelinci salju untuk sarapan. Saat mereka sedang sarapan, Batozar menanyakan bagaimana mereka mendapatkan sarung tangan pusaka. Seli menjelaskan bahwa sarung tangan pusaka itu mereka dapatkan dari Av, kecuali Ali yang mendapatkannya di Kota Zaramaz. Batozar ternyata tahu bahwa Ali mendapatkannya di kota itu sebab saat Batozar melakukan petualangan di dunia pararel sebagai pengintai, Batozar mendengar kabar bahwa sarung tangan pusaka itu ditinggalkan oleh seseorang disana sebab sarung tangan itu hanya cocok dipakai oleh petarung yang berjodoh. Saat itu jugalah mereka teringat penjelasan si kembar Ngglanggeran dan Ngglanggeram.

Batozar juga mengatakan bahwa perang besar akan segera meletus di dunia pararel. Hal itu berkaitan dengan petualangan Raib, Seli dan Ali di klan bintang, juga tentang Tamus dan si Tanpa Mahkota. Si Tanpa mahota telah membenci semua system kekuasaan. Si Tanpa mahkota terjebak oleh ibu tirinya sehingga menyebabkannya terjebak di dalam penjara. Itulah sebabnya si Tanpa mahkota memiliki rencana tersendiri atas dunia pararel. Perang besar kapan saja bisa terjadi. Si Tanpa mahkota hanya membutuhkan waktu dan pengikut yang memadai untuk mengusai Klan Bulan, Klan Matahari dan Klan Bintang. Tetapi Av pasti akan membentuk Aliansi tiga klan tersebut sebab jika ketiga klan tersebut bersekutu si Tanpa Mahkota akan susah untuk menang.

Si Tanpa mahkota juga harus menggenapkan tekniknya di sebuah tempat yang disebut Komet. Penjelasan Batozar tentang Si tanpa Mahkota dan keberadaan Komet membuat penasaran bagi Raib, Seli dan Ali. Tetapi, Batozar menolak menjelaskan lebih dalam. Batozar kembali memerintah Raib atau yang disebut Batozar dengan Putri Bulan untuk memunculkan teknik berbicara dengan alam. BerulangkAli Raib mencoba, berulang kali juga Raib gagal. Sampai pada suatu titik, bayangan laksana flim muncul yang memunculkan seorang lelaki, anak kecil dan seorang wanita tetapi banyangan itu tidak sempurna dan hilang lagi. Sampai Raib kehabisan tenaga dan amarah Batozar meledak. Seli dan Ali tidak dapat berbuat banyak bahkan mereka berdua menerima totokan Batozar karena mencoba membela Raib. Hingga akhirnya Batozar memaki Raib dan mengatakan bahwa Raib tidak akan membanggakan orang tuanya jika Raib terus menerus lemah dan tidak memunculkan teknik itu. Saat itu jugalah tangis Raib meledak dan dia mengatakan kepada Batozar bahwa Raib sama sekali tidak pernah kenal orang tuanya. Mendengar ucapan Raib, Batozar akhirnya pergi meninggalkan Raib.

Saat Batozar pergi entah kemana, Seli dan Ali sudah sadar dari totokan Batozar, mereka berdua meminta Raib untuk merninggalkan tempat itu. Tetapi Raib memutuskan untuk tetap menunggu Batozar. Saat malam tiba, Batozar akhirnya pulang dan dia muncul dari iglo. Batozar meminta maaf atas keegoisannya memaksa Raib untuk mengeluarkan teknik itu untuk dia. Batozar juga mengaku bahwa selama pergi meninggalkan mereka, dia telah melakukan pengintaian terhadap jejak keluarga dan orang tua Raib. Batozar mendapatkan catatan yang dibuat oleh bidan yang menolong ibu Raib dari rumah sakit dimana Raib dilahirkan.

Berdasarkan catatan itulah Raib tahu banyak hal. Bahkan lebih detail dari penjlesan mamanya. Ibunya datang ke rumah sakit itu seorang diri tanpa ditemani siapapun. Ibunya meninggal sesaat setelah melahirkannya dan membuat salju bertaburan disekitar tempat itu. Ibunya menitipkan Raib kepada Bidan agar Raib dijaga dan diberi Pin yang dipakai Raib untuk mengaktifkan buku kehidupan. Sepasang suami istri kemudian mengadopsi Raib. Tetapi jenazah ibunya hilang dari rumah sakit. Seseorang telah mencurinya. Itulah yang menjadi misteri. Menurut Batozar ibu Raib berasal dari distrik Sungai-Sungai Jauh sebab hanya distrik Sungai-Sungai Jauh yang membuat salju berguguran disekitar tubuhnya saat akan meninggal.

Setelah Raib membaca catatan itu, Batozar mengijinkan mereka pulang. Tetapi Raib menolak untuk pulang sebelum dia bisa memutar kenangan anak dan istri Batozar. Kali ini, Batozar merasa tidak lagi memerlukan kenangan itu dan segera dia menyalakan alat pelacak Ali yang dimatikannya saat dia membawa mereka bertiga ke hamparan salju. Benar saja, lima detik setelah alat pelacak itu menyala, Pasukan bayangan Kota Tishri langsung mendeteksi keberadaan mereka di Klan Bumi sector utara. Ratusan pasukan bayangan segera melakukan pengepungan. Armada Tempur Selatan juga disiapkan. Seratus kapsul raksasa dipenuhi dengan senjata siap menyerang kapan saja. Kemungkinan Batozar tidak akan lolos. Saat kapal tempur mereka akan menyerang Batozar, saat itulah Raib ingin menolong Batozar dan berusaha menghentikan serangan pasukan Panglima Tog. Beberapa kali tembakan pasukan Panglima Tog berhasil merusak tameng Batozar, saat itulah Emosi Raib dan keinginannya untuk menunjukkan kenangan Batozar. Tiba-tiba semua tembakan itu tertahan. Sebuah video tiga dimensi berhasil dimunculkan oleh Raib.

Video pertama tentang percakapan penguasa baru di Klan Bulan, tampak dua orang mengenakan baku komite Klan Bulan. Satu orang disebut dengan ketua. Mereka membicarakan tentang perkembangan pemberontak dan bagaimana cara mengatasinya. Kemudian ada Batozar yang muncul dari bAlik pintu. Dia digunakan sebagai alat untuk menghabisi para pemberontak itu. Potongan video kedua menunjukkan ruangan yang sama dengan sebelumnya tetapi dengan watu yang berbeda. Keadaan ketua nampaknya yang sedang marah. Dalam percakapan mereka terdengar bahwa Batozar menolak menghabisi para pemberontak dengan alasan perdamaian. Potongan video ketiga menunjukkan sebuah berita yang menanyangkan sebuah kapsul terbang komersial Kota Tishri yang diduga diserang oleh para pemberontak. Tampak Batozar dilokasi keajadian itu sedang memeluk seorang anak perempuan yang berusia lima tahun yang sudah meninggal. Berita penyerangan itu kemudian digantikan dengan kejadian lain yaitu, di sebuah ruangan yang sama dengan ruangan sebelumnya terlihat Batozar dan ketua Komite Klan Bulan. ketua Komite Klan Bulan memerintahkan Batozar untuk membalaskan dendam kepada para pemberontak yang telah menyerang kapsul terbang sehingga anak istri Batozar meninggal.

Potongan videonya berikutnya tampak sebuah berita menanyangkan serangan mendadak yang dialami oleh para pemberontak. Ketua Komite Klan Bulan tidak bisa mengkonfirmasi dengan jelas kejadian tersebut. Setelah itu, kejadian lain muncul di sebuah ruang makan keluarga Klan Bulan. Ketua Komite Klan Bulan sedang menikmati makan malam dengan semua anggota keluarganya saat tiba-tiba Batozar datang dan menghadap ketua. Batozar sudah mengetahui bahwa penyerangan kapsul terbang komersial Klan Bulan adalah atas perintah ketua. Ketua Komite Klan Bulan pun mengakuinya kepada Batozar saat Batozar mendesak ketua untuk jujur. Batozar marah dan membunuh semua pengawal termasuk semua anggota keluarga komite Klan Bulan, kecuali ketua komite Klan Bulan berhasil lolos dengan portal khusus. Potongan-potonganvideo itu menunjukkan kronologi pembunuhan keluarga komiet Klan Bulan.

Potongan video terakhir adalah potongan video yang sangat ditunggu-tunggu Batozar. Sebuah sepeda terbang kecil. Seorang anak perempuan berusia lima tahun sedang terlihat belajar bersepeda. Terlihat Batozar menyemati gadis kecil itu. Tampak pula seorang wanita cantik, tersenyum dan bertepuk tangan. Wajah mereka tampak terlihat jelas. Wajah istri dan anak Batozar. Batozar menyaksikan potongan video itu dengan emosional. Saat potongan video berakhir, terdengar tembakan keaarah Batozar tanpa Batozar sempat pergi dari hamparan salju. Panglima Tog yang ikut serta menyaksikan video itu tidak sempat menahan serangan. Saat Ali dan Seli memeriksa dimana Batozar, tidak ada yang tersisa disana, hanya sebuah lubang besar. Mungkin tubuhnya sudah hancur.

Setelah penyerangan yang dilakukan untuk Batozar selesai, kapsul terbang yang membawa kami, Panglima Tog dan Miss Selena, terbang menuju Perpustakaan Sentral Klan Bulan, dimana Av menunggu. Av ternyata mengenal Batozar melalui buku-buku terutama buku-buku yang membahas tentang perfettu. Nama Batozar akan disebut dengan “Master B”. Av juga akan mengajukan banding atas kasus yang menimpa Batozar terkait pembunuhan anggota keluarga Klan Bulan. Agar Hakim Tinggi Klan Bulan meninjau kembAli kasus lama tersebut. Av berharap semoga Batozar dinyatakan bersih. Tapi tiba-tiba Raib mengatakan bahwa itu sia-sia sebab Batozar telah gugur. Av mengatakan bahwa Batozar pergi dengan bahagia sebab Raib sudah memenuhi keinginannya untuk melihat wajah isteri dan anaknya. Seli juga bertanya kepada Av apakah teknik itu bisa digunakan untuk melihat orang tua Raib tetapi Av sama sekAli tidak bisa memastikan itu.

Saat mereka di jalan pulang dari Klan Bulan menuju Klan Bumi dengan Buku kehidupan, tiba-tiba Ali memperlihatkan mereka sebuah cermin kecil. Cermin itu bukan cermin biasa tetapi mirip berlian. Cermin itu ditemukan Ali terletak di lubang besar bekas perapian. Ali meyakini bahwa cermin itu milik Batozar. Batozar tidak tewas. Batozar telah meloloskan dirinya dengan cermin itu. Kabar itu sangat menyenangkan bagi mereka bertiga. Ali sangat senang. Ali yakin dia akan bertemu dengan Batozar dan Batozar akan menjadi sekutu mereka melawan si Tanpa Mahkota. Perbincangan mereka berakhir saat mereka tiba di ujung portal, di halaman belakang rumah Seli.

Penilaian saya terhadap buku ini

Sama seperti buku-buku petualangan sebelumnya bahwa alur yang diciptakan oleh penulis susah ditebak. Kisah para tokohnya selalu menarik untuk dibaca.

2. KOMET

Penulis : Tere Liye, Tahun Terbit : 2018, Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Halaman : 372 halaman.

Buku ini adalah petualangan Raib, Ali dan Seli karena rasa penasaran Ali terhadap Komet yang perbah dibahas oleh Batozar.

Sinopsis

Sejak pembahasan Batozar tentang si Tanpa Mahkota yang mencari Komet, membuat rasa penasaran Ali semakin besar sehingga dia membuka portal skala kecil antar dunia pararel disebut sebagai kurir dunia pararel yang digunakannya untuk mengirimkan benda-benda kecil seperti buku, novel atapun dokumen. Portal itu dibuat basement rumahnya. Raib mendapat info tentang kurir dunia pararel itu dari seli saat seli membaca salah satu novel Klan Bulan di sekolah yang didapatnya dari Ali. Itulah yang menyebabkan Raib langsung mengajak seli ke rumah Ali. Saat mereka berdua tiba di basement rumah ali yang dijadikannya sebagai kamar, mereka melihat sudah ada peta digital raksasa yang memenuhi kamar Ali. Ali terlihat sangat sibuk dan seperti sedang mencari sesuatu dalam peta itu. Peta itu adalah peta Klan Matahari . Klan Matahari bukanlah tujuan utama pencarian Ali tetapi Ali sedang mencari Komet.

Ali mengetahui bahwa portal menuju Komet itu ada di Klan Matahari. Informasi itu diketahuinya dari buku-buku tua yang disimpan oleh penjaga senior padang sampah di Klan Bintang yang bernama Zaaderadaaz. Ali mengaku bahwa buku-buku itu diperolehnya dari si kembar Bhaar dan Baar, kurir dunia pararel. Ali membuka portal skala kecil itu karena Av dan Miss Selena belum menghubungi mereka sejak kejadian Batozar. Ali memutuskan bahwa mereka harus segera mencari tahu tentang Komet sebelum si Tanpa Mahkota terlebih dahulu mencarinya.

Setelah mencari tahu dan mengumpulkan berbagai informasi, Ali akhirnya tahu bahwa Komet itu adalah sebuah klan. Klan Komet merupakan salah satu klan paling unik dan misterius di dunia pararel karena klan tersebut selalu bergerak seperti Komet yang sesungguhnya. Klan tersebut susah ditemukan karena posisinya yang tidak pasti.

Menurut salah satu buku, bahwa portal menuju ke Klan Komet ada di sebuah pulau Klan Matahari. Di pulau tersebut tumbuh pohon aneh dan saat pohonnya berbuah ranum, pintunya akan terbuka menuju sebuah tempat pusaka paripurna. Ali menduga bahwa si Tanpa mahkota sedang berada di Klan Matahari untuk segera mendapatkan pusaka itu. Pesan yang dikirim Ali melalui dunia pararel disambut baik oleh Av. Raib, Ali dan Seli disuruh oleh Av agar segera datang ke Klan Matahari bersama dengan Miss Selena.

Kedatangan mereka ternyata bertepatan dengan perayaan penutupan festival bunga matahari yang diadakan di stadion Klan Matahari. Mereka disambut meriah oleh sorak sorai masyarakat Klan Matahari sebab saat pembukaan festival Bunga matahari mereka ikut berpartisipasi dan Raib berhasil memetik bunga yang pertama kali mekar. Penutupan itu telah dilakukan selama sembilan hari dan tepat di hari kedatangan mereka, empat tim akan berebut untuk memetik bunga matahari yang pertama kali mekar. Festival ini memang sangat penting bagi Klan Matahari. Ketika Raib sedang menikmati keramaian festival, saat itu juga mereka diajak oleh Av ke ruang pertemuan. Dalam ruang pertemuan telah ada orang –orang penting dari tiga klan. Diskusi mereka adalah membentuk koalisi tiga klan yaitu Bulan, Matahari dan Bintang, kecuali Klan Bumi karena level teknologi mereka masih rendah. Koalisi itu dibentuk untuk menggagalkan rencana si Tanpa mahkota untuk mencari Komet tempat penyimpanan pusaka yang bisa menggenapkan kekuatannya.

Sementara mereka masih berdiskusi, di luar stadion hiruk pikuk penonton festival sangat ramai. Ke empat tim yang ikut berkompetisi memutar haluan mereka yang seharusnya menuju lembah anggrek ke Kota Illios. Bunga matahari akan mekar di Kota Illios. Si Tanpa mahkota diduga akan menggunakan bunga matahari yang pertama mekar itu untuk membuka jalan ke pulau kecil maka untuk itulah tujuan pertemua tiga klan itu. Saat ke empat tim berlarian menuju tempat bunga matahari mekar tepatnya di tengah stadion, tiba-tiba pasukan Tamus dan pasukan Fala Tara Tana IV datang menyerbu stadion, kemudian beberapa detik kemudian muncul si tanpa mahkota. Kedatangannnya di tengha khalayak ramai adalah untuk memetik bunga matahari itu. Pertempuran pun terjadi antara koalisi tiga klan dan pasukan sekutu si Tanpa Mahkota. Raib, Ali dan Seli juga ikut bertempur melawan si Tanpa Mahkota. Tetapi serangan tiga klan sepertinya tidak mampu menahan kemampuan si tanpa Mahkota. Si Tanpa berhasil menggenggam bunga berwarna kuning keemasaan. Saat itu juga si Tanpa Mahkota memebri perintah agar portal menuju pulau dengan tumbuhan aneh itu dibuka.

Bunga matahari itu mengeluarkan cahaya dan membentuk lingkaran kecil yang terus membersar di atas rerumputan. Dalam hitungan detik lingkaran itu telah sempurna. Sebuah portal entah menuju kemana telah terbuka. Semakin lama lingkaran itu semakin kecil. Saat itu jugalah Ali tiba-tiba ikur melompat ke dalam lingkaran. Raib disusul oleh Seli juga melompat ke dalam portal. Mereka bertiga telah masuk menuju Klan Komet mengejar si Tanpa Mahkota.

Satu menit setelah berpindah dari Klan matahari, mereka mendarat di sebuah tepi pantai. Kala itu gelombang laut sedang tinggi dan hujan sangat deras. Mereka tidak berada di pulau tumbuhan aneh itu tetapi sedang berada di pulau nelayan biasa. Mereka juga kehilangan jejak si Tanpa Mahkota. Semua peralatan digital yang dimiliki Ali juga tidak berfungsi di tempat itu bahkan Ali tidak bisa memanggil ILY. Buku kehidupan Raib juga tidak bisa mengeluarkan cahaya.

Karena peralatan mereka tidak berfungsi, mereka memutuskan untuk berkeliling pulau sebab ada perahu nelayan yang tertambat di tepi pantai itu artinya ada perkampungan di sekitar mereka. Tetapi setelah berkeliling, pulau itu tidak berpenghuni. Mereka kembali lagi ke tempat semula. Karena usaha mereka tidak membuahkan hasil, dan Ali sudah kelaparan, dia memutuskan untuk memeriksa isi perahu yang tertambat di dermagai pantai itu. Isinya adalah buah apel. Saat Ali akan memakannya, Raib mencegah dan mengingatkan Ali bahwa memakan apel itu sama dengan mencuri. Raib mengembalikan apel itu ke dalam perahu dan menyerahkan bekal yang dibawanya dari rumah kepada Ali.

Ketika Raib termenung akan banyaknya kekuatan dunia pararel, dia teringat bahwa salah satu yang paling hebat adalah perbuatan baik. Mungkin itu adalah satu-satunya jalan untuk petualangan mereka kali ini. Tiba-tiba tanpa mereka duga, seseorang berusia sekitar tujuh puluhan datang melangkah mendekati mereka dan mengajak mereka mengikutinya. Orang tua itu terus memimpin langkah mereka dan menerangi jalan mereka dengan lampu seperti petromax yang di dalmnya diisi seekor ikan. Sampai mereka tiba di tengah pulau, dan orang tua menarik sesuatu dari permukaan tanah, seperti lempeng besi yang menutupi sesuatu. Saat lempeng itu dibuka, ada sebuah lubang menuju ke bawah. Mereka menuruni anak tangga hingga tiba di sebuah perkampungan nelayan. Sebuah gua besar dengan belasan rumah berjejer rapi. Gua itu terang sebab ada lampu bola kaca yang diisi oleh ikan. Mereka tiba di sebuah rumah kayu dan disambut oleh seorang nenek bernama Nay. Kakek tua itu adalah Kay. Mereka suami istri. Tetapi mereka dipanggil dengan sebutan Paman kay dan Bibi Nay. Raib, Seli dan Ali diberikan pakaian kering, dihidangkan makanan dan minuman hangat. Uniknya makanan yang dihidangkan Bibi Nay sama dengan buatan mama Raib sebelum mereka tiba di tempat itu.

Pulau tempat mereka berada adalah Pulau Hari Senin dan Paman Kay bisa menebak kedatangan mereka bertiga adalah untuk mencari pulau dengan tumbuhan aneh. Setiap orang yang datang ke tempat itu pasti akan menanyakan keberdaan pulau itu. Tetapi Paman Kay tidak tahu tentang keberadaan pulau itu dan tidak ada penduduk pulau mereka yang tahu tentang pulau itu. Paman kay juga heran mengapa begitu banyak orang yang mencari keberadaan pulau itu. Raib menjelaskan bahwa mereka tidak mencari apa-apa di pulau itu tetapi hanya mencegah sebuah perang besar terjadi di dunia pararel.

Saat Raib bertanya tentang seseorang yang mendahului mereka, Paman Kay mengatakan bahwa tidak ada orang lain selain mereka tetapi satu perahu yang tertambat di dermaga hilang. Itu kemungkinan si Tanpa Mahkotalah yang mengambilnya. Paman Kay menjelaskan banyak hal kepada mereka. Pulau tempat mereka mendarat adalah salah satu gugusan pulau di samudera luas. Ada tujuh pulau yang terdapat di pulau yaitu Pulau Hari Senin, Pulau Hari Selasa, Pulau Rabu hingga Pulau Hari Minggu. Gugusan pulau itu adalah tempat ikan-ikan besar dan di pulau lain para perompak juga tinggal di dalamnya. Saat Seli bertanya lagi tentang pulau dengan tumbuhan aneh itu, paman kay menyuruh mereka mencari jawaban di Pulau Hari Selasa, enam jam menggunakan perahu. Paman kay meminjamkan mereka sebuah perahu menuju Pulau Hari Selasa.

Setelah meninggalkan Pulau Hari Senin, mereka mengarungi lautan dengan tenaga yang mereka miliki sebab tak satupun diantara mereka yang tahu memasang layar perahu. Mereka bergantian memberikan teknik berdentum ataupun teknik kinetic agar perahu bisa berjalan. Sudah melewati enam jam tetapi mereka tak kunjung tiba di Pulau Hari Selasa. Bahkan sampai malam tiba mereka tak kunjung menemukan Pulau Hari Selasa. Mereka tidak bisa membaca konstelasi bintang di langit karena sangat berbeda dengan yang biasa mereka lihat. Akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat di tengah lautan dan mengapung tidak tentu arah. Saat Raib dan Ali bergilir untuk tidur, hampir pada pukul lima pagi Seli membangunkan mereka sebab dia melihat cahay lampu yang kemungkinan itu adalah Pulau Hari Selasa. Tetapi sumber cahaya itu bukan pulau meliankan sebuah kapal yang terbakar. Saat mereka semakin mendekat mereka mendengar teriakan minta tolong. Saat mereka mendarat di geladak kapal, belasan orang perompak sedang menjarah isi kapal itu dan pertempuran pun terjadi. Para perompak itu akhirnya kabur dan meninggalkan kapal. Setelah para perompak itu pergi, mereka bertiga mnyelamatkan seorang pemuda pemiliki kapal bernama Max berumur sekitar dua puluh tahunan. Dia tidak memiliki anak buah dan sudah terbiasa mengendarai kapal sendirian. Saat kapal max akan tenggelam, mereka pindah ke perahu mereka. Sebagai balas budi bahwa Raib, Ali dan Seli telah menyelamatkan Max, dia menawari diri untuk mengemudikan perahu layar membawa mereka ke Pulau Hari Selasa.

Beberapa jam kemudian, perahu kayar mereka sampai di Pulau Hari Selasa. Sebuah pulau yang lebih besar dari Pulau Hari Senin. Pulau itu dikelilingi oleh gunung dan kaki – kaki gunung disapu oleh lautan. Ali mempersilahkan Max untuk pergi tapi ternyata Max masih mengikuti mereka. Setelah mereka sampai di pulau itu, tujuan pertama mereka adalah mencari rumah makan. Mereka menemukan sebuah rumah makan kayu dengan kursi-kursi panjang di dalamnya. Saat pemiliki rumah makan menyapa mereka, mereka sangat terkejut karena seseorang kakek yang sangat mirip dengan Paman Kay di Pulau Hari Senin muncul juga di Pulau Hari Selasa. Hanya pakaian mereka sajalah yang berbeda. Kakaek itu memperkenalkan diri. Namamya adalah Kakek Kay. Kakek Kay mengatakan bahwa Paman Kay adalah kembarannya. Sesaat kemudian, Kakek Kay datang menyediakan makanan bagi mereka. Max tampaknya sangat kelaparan. Saat Raib bertanya kepada Max, Max malah tertawa dan mengatakan bahwa gugusan pulau dari Pulau Hari Senin hingga Pulau Hari Minggu adalah Klan Komet. Tetapi sayangnya dia tidak tahu tentang tumbuhan aneh itu.

Makanan mereka telah habis dan segera Kakek Kay menyuruh mereka meninggalkan rumah makan itu. Kaekek Kay sedang ditunggu orang-orang kampung di aula pertemuan. Raib dan teman-temannya memutuskan ikut ke pertemuan itu. Mereka melihat Kakek Kay sedang berpidato di podium kayu. Nampaknya Kakek Kay memang tetua di Pulau Hari Selasa. Forum ternyata dibuka untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, permasalahan dan bantuan yang diperlukan penduduk kampung. Satu persatu penduduk kampung menyatakan keluhan mereka mulai dari perompak, senjata-senjata perompak , sengketa tanah penduduk dan batas rumah, utang piutang bahkan masalah percintaan. Penduduk kampung juga menyatakan keperluan bantuan mereka seperti bantuan tukang kayu ataupun kapten kapal.

Saat forum akan ditutup seorang anak perempuan berusia tujuh tahun berdiri. Nama gadis itu Cindanita. Orang-orang kampung nampaknya mengeluh saat Cindanita berdiri. Dia sudah berulangkali menyatakan boneka singa lautnya hilang. Dia kehilangan boneka itu sudah setahun yang lalu. Nampaknya tak seorang pun mau membantu Cindanita mencari bonekanya. Raib tergerak hatinya untuk membantu. Ternyata boneka itu pemberian almarhum ibunya. Saat Raib menyatakan maksud itu kepada Kakek Kay, Kakek Kay menunjukkan lubang pipa besar yang tersambung ke lautan. Tak lama kemudian muncul bintang laut dari lubang itu dan mencuri jam pasir dari atas meja. Kakek Kay bilang bahwa boneka itu hanya satu dari sekian banyak barang penduduk yang hilang entah kemana. Bintang-bintang laut itu mungkin adalah pelakunya.

Ali dan seli akhirnya mengikuti permintaan Raib untuk mencari boneka itu dengan mengikuti jejak bintang laut itu. Dengan perahu yang dipinjamkan Kakek Kay dan dikemudikan oleh Max, mereka menemukan sarang bintang laut itu disebuah gua yang cukup besar. Gua itu sepertinya ada di perut gunung. Ruangan itu dipenuhi benda-benda curian bintang laut. Kemungkinan mereka akan sangat kesusahan menemukan boneka Cindanita di tengah tumpukan barang yang menggunung itu. Ternyata kedatangan mereka diketahui oleh salah satu bintang laut. Sesaat kemudian seekor bintang laut raksasa muncul di hadapan mereka. Bintang laut itu nampaknya marah atas kedatangan Ali dan teman-temannya. Pertempuran anatara bintang laut raksasa dengan mereka bertiga pun terjadi. Saat Ali menahan gerakan bintang raksasa, Raib dan seli mencari boneka itu. Mereka sangat kelelahan mencari boneka itu sampai akhirnya seekor bintang laut berwarna biru mendekat dan memberikan boneka singa laut milik cindanita.

Setelah mereka menemukan boneka itu, Raib dan teman-temanya kembali ke rumah makan Kakek Kay dan beristirahat disana. Keesokan harinya saat Kakek Kay mengajak mereka melihat matahari terbit, Kakek Kay mengatakan bahwa Ia tahu apa yang dicari oleh Raib dan kawan-kawannya. Mereka mencari pulau dengan tumbuhan aneh. Tetapi, sama dengan paman kay, Kakek Kay tidak mengetahui dimana pulau itu. Kakek Kay malah menyuruh mereka berangkat menuju pulau har rabu. Mungkin ada orang yang tahu tentang pulau itu di Pulau Hari Rabu. Mereka pun akhirnya berangkat, keterangan Kakek Kay bahwa pulau itu sepuluh jam kearah barat. Max pun ikut dengan mereka sebab tidak ada yang bisa dikerjakannya setelah kapalnya karam dan diantara Ali, Raib dan seli tidak ada yang bisa mengemudikan perahu. Mereka berangkat dengan perahu yang dipinjamkan Kakek Kay.

Mereka tiba di dermaga Pulau Hari Rabu dengan selamat. Dermaganya sepi. Pulau ini sepertinya digunakan untuk lahan persawahan dan pertanian. Setiap satu hektar sawah dan kebun sayur terdapat sebuah rumah. Rumah penduduk berjauhan. Saat mereka memilih untuk mendatangi rumah yang di tengah, seseorang yang mereka sapa sangat mirip dengan Kakek Kay. Petani itu ternyata adalah kembarnya Kakek Kay. Namanya adalah Petani Kay.

Petani Kay nampaknya sangat ramah dan sangat suka bercerita. Matahari sudah hampir tenggelam diwaktu itulah Petani Kay baru mengajak Raib dan kawan-kawannya masuk ke dalam rumah. Petani Kay menghidangkan berbagai macam makanan. Petani Kay juga nampaknya tidak kehabisan cerita. Hanya seli lah yang terlihat sangat antusias mendengar cerita Petani Kay bahkan Seli menawarkan bantuan untuk menyediakan makanan. Petani Kay mengatakan bahwa penduduk Pulau Hari Rabu tidak takut kepada apapun kecuali kawanan burung hitam yang merusak hasil panen mereka. Petani menyatakan bahwa gugusan Pulau Komet sangat tergantung kepada hasil pertanian penduduk Pulau Hari Rabu. Petani Kay tidak memiliki anak tetapi dia mencemaskan keaadaan anak muda yang sekarang lebih senang bergabung dengan perompak di Pulau Hari Kamis atau mencari pekerjaaan di kota dibandingkan menjadi petani. Hingga larut malam cerita Petani Kay tisak habis-habis hingga Raib, Ali dan Max memilih untuk tidur tetapi tidak untuk seli. Dia menunggu sampai pertain kay tertidur saat melanjutkan ceritanya.

Pagi hari saat mereka bangun, mereka sudah mandengar Petani Kay dan penduduk pulau sedang bersuka cita melaksanakan panen. Fase generatif dan vegetative tumbuhan di pulau ini sangat cepat. Saat Raib dan temanp-temannya akan membantu panen, tiba-tiba kegemberian penduduk pulau seketika sirna. Awan seketika berwarna gelap. Semua penduduk berlarian menuju rumah, termasuk Max. Awan gelap itu adalah segerombolan burung hitam yang jumlahnya jutaan – yang sangat ditakuti penduduk- yang biasa menghabisi hasil panen mereka. Seketika burung itu menyerbu hasil panen petani. Satu kelompok burung menyerang Raib, Seli dan Ali. Pertempuran antara mereka bertiga dan burung itupun terjadi. Tetapi berkali-kali serangan mereka gagal dan sepertinya tidak mampu mengusir kawanan burung itu. Hingga akhirnya Raib bertanya kepada Ali apakah mungkin burung-burung itu dikendalikan dari jarak jauh. Pertanyaan itu membuka ide Ali. Ali mencari cara untuk mendapatkan satu burung pengendali di antara jutaan kawanan burung. Dan, Ali berhasil menemukannya di bagian dada burung, seekor burung dengan warna kuning keemasan berbeda sendiri. Dengan mengumpulkan kekuatan mereka bertiga, Raib berhasil mengambil burung itu. Seketika kawanan burung itu runtuh. Jutaan burung terbang tanpa arah yang jelas. Burung emas itu dirawat oleh penduduk Pulau Hari Rabu.

Ketika sudah selesai panen, Petani Kay akhirnya mengatakan bahwa dia mengetahui kedatangan mereka ke pulau itu. Mereka sedang mencari sebuah pulau dengan tumbuhan aneh sebab dua ribu tahun lalu, seorang pendatang mencari pulau itu. Tetapi Petani Kay dan penduduk pulau juga tidak mengetahui tentang pulau itu. Petani Kay menyuruh mereka berangkat ke Pulau Hari Jumat, tempat otoritas kepualaun Komet. Mungkin ada seseorang yang tahu tentang pulau itu disana. Pulau Hari Jumat ditempuh 12 jam dari Pulau Hari Rabu kea rah barat. Petani Kay menyuruh mereka menggunakan kapal besar yang akan membawa sebagian hasil panen ke pulau itu sebab dia tidak memiliki perahu dan perahu Kakek Kay juga tidak bisa lagi mereka bawa kesana.

Kapal besar membawa mereka menuju Pulau Hari Jumat setelah setengah jam berlabuh di dermaga Pulau Hari Rabu. Di tengah perjalanan menuju Pulau Hari Jumat, Kapal yang mereka tumpangi diserang oleh perompak. Serangan bertubi-tubi datang dari delapan kapal besar. Empat kapal di depan dan empat kapal di belakang. Perlawanan antara Raib, Ali dan Seli pun terjadi dengan para perompak itu. Raib, Ali dan Seli berhasil menaklukan seratus anggota perompak dengan menggunakan teknik serangan tipuan yang mereka pelajari saat melawan perompak di kapal Max. Saat anggotanya kalah, pimpinan para perompak itu muncul dan wajahnya sanagt mirip dengan Paman kay, Kakek Kay dan Petani Kay. Tapi dia tidak mengakui bahwa dia adalah saudara kembar dengan ketiga orang tua tersebut. Dia adalah Dorokdok-dok seorang pimpinan perompak. Dorokdok-dok sangat marah karena mereka sengaja melewati Pulau Hari Kamis dan terus berjalan menuju Pulau Hari Jumat. Dorokdok-dok memaksa mereka untuk ikut ke Pulau Hari Kamis. Raib, Ali dan Seli tidak bisa melawan kekuatan cincin yang dipakai Dorokdok-dok. Mereka akhirnya berhasil di jaring olek Dorokdok-dok.

Setelah berhasil ditangkap oleh Dorokdok-dok, mereka sudah berada di palka kapal. Di sekitar mereka tampak perompak yang meraung kesakitan dan kejang-kejang. Raib, Ali dan Seli benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi. Kapal yang membawa mereka masuk ke dalam sebuah gua yang besar. Raib, Ali dan Seli dibawa ke sebuah ruangan dengan banyak bangsal dan masih dalam kondisi terjaring Dorokdok-dok. Di bangsal itu juga mereka melihat para perompak yang kesakitan dan diletakkan di bangsal. Di bangsal juga mereka bertemu seseorang yang disebut dengan Tuan dokter bernama Siwrad. Siwrad bukanlah seorang dokter, dia hanya seorang nelayan biasa tetapi dia mampu menyembuhakan beberapa penyakit. Siwrad bukan anggota perompak tetapi penduduk biasa sebab sebelum perompak datang ke Pulau Hari Kamis, tuan dokter itu sudah menempati pulau.

Berdasarkan keterangan dokter, para perompak itu mengalami sakit karena efek buruk dari penggunaan senjata yang mereka gunakan saat menjarah kapal yang kami tumpangi. Senjata itu memberikan kekuatan kepada pemakainya tetapi di sisi lain memiliki dampak yang sangat buruk juga bagi para pemakainya. Bahkan efek senjata itu bisa membunuh si pemegang senjata. Saat obat yang diberikan tuan dokter tidak lagi berfungsi Seli menyatakan kepada tuan doketr bahwa Raib bisa menyembuhkan mereka. Dengan begitu, tuan dokter melepaskan jaring yang mengurung tubuh Raib dan memberinya kesempatan untuk membantu para perompak yang kesakitan. Raib menggunakan teknik penyembuh hanya kepada setengah perompak yang ada di bangsal. Sisanya tidak tertolong. Setelah Raib menolong hampir dari setengah perompak itu, jaring di tubuh Ali dan Seli pun dilepas.

Tuan dokter memohon kepada Raib agar bersedia menyembuhkan satu orang pasien lagi yaitu : Dorokdok-dok. Itu adalah pilihan yang berat. Dorokdok-dok sudah berbuat jahat kepada mereka. Tetapi penjelasan Tuan Dokter tentang Dorokdok-dok bukanlah orang jahat, bahwa dua ratus tahun lalu Dorokdok-dok adalah Raja Kepulauan Komet yang berkuasa di Pulau Hari Jumat dan kekuasaannya direbut pemimpin otoritas Pulau Hari Jumat, yang menyebabkan dia terdampar ke Pulau Hari Kamis, meluluhkan hati Raib. Setelah menyembuhkan Dorokdok-dok, Raib, Seli dan Ali diperlakukan dengan sangat baik.

Keesokan harinya, Dorokdok-dok mengundang Raib, Ali dan Seli ke kastil miliknya dan menyatakan deklarasinya bahwa Raib, Ali dan Seli adalah bagian dari perompak dan tidak boleh diserang oleh perompak manapun di kepulauan Komet. Saat hendak mereka diberi izin melanjutkan perjalanan di Pulau Hari Jumat, Raib menanyakan Dorokdok-dok tentang pulau dengan tumbuhan aneh itu. Dorokdok-dok mengaku bahwa dia juga sedang mencari pulau itu tetapi sudah dua tarus tahun lamanya pulau itu tidak mereka temukan.

Dorokdok-dok mengatakan bahwa pulau itu adalah pintu menuju dunia lain yaitu Komet Minor. Tidak ada yang bisa menemukan pulau itu sebab pulau itu selalu bergerak di lautan. Dorokdok-dok juga mengatakan bahwa ribuan tahun lalu seseorang mencari pulau itu tetapi sia-sia. Dorokdok-dok dan para perompak mencari pulau itu sebab disanalah sumber senjata. Cincin yang dikenakan Dorokdok-dok juga berasal dari pulau itu, saat portalnya terbuka berbagai macam senjata akan keluar, ada karam di lautan, terdampar di pulau, ataupun dibawa hewan-hewan.

Setelah penjelasan Dorokdok-dok, mereka akan melanjutkan perjalanan ke Pulau Hari Jumat. Kapal mereka, penumpang dan isinya termasuk Max dikembalikan. Bahkan bekal perjalanan mereka dipenuhi dari Pulau Hari Kamis.

Mereka tiba di Pulau Hari Jumat saat matahari akan tenggelam. Pulau tersebut adalah pulau yang terbesar diantara semua pulau gugusan Kepulauan Komet. Kedatangan Raib, Ali dan Seli disambut oleh seorang petugas bernama Zam dan memerintah mereka untuk dibawa ke istana untuk menghadap pemimpin otoritas pulau. Setelah satu jam beristirahat, mereka mendatangi istana dan menemui pemimpin otoritas pulau. Wajahnya sangat mirip dengan Paman Kay, Kakek Kay ataupun Petani Kay. Pemimpin Otoritas pulau mengatakan bahwa mereka bertiga adalah kembarannya bahkan satu orang lagi di Pulau Hari Kamis – Ketua sang perompak – Dorokdok-dok adalah kembaran pemimpin Otoritas Pulau. Pemimpin otoritas pulau menanyakan perihal kejadian Dorokdok-dok menahan mereka dan Raib menanyakan pemimpin otoritas apakah Dorokdok-dok pernah menjadi raja di Kepulauan Komet, saat itu jugalah pukulan berdentum terdengar di seisi ruangan. Dorokdok-dok dan pasukan perompak telah menyerbu ruangan itu. Mereka berhasil menyusup ke dalam kapal yang membawa Raib, Ali dan Seli. Pertengkaran dan perebutan kekuasaan anatar mereka pun terjadi. Pemimpin otoritas Pulau dikalahkan oleh Dorokdok dan yang menjadi raja adalah Dorokdok-dok dan Raja yang mereka jumpai pertama kali tersingkir dan akan menjadi Dorokdok-dok yang baru. Para petugas istana segera tunduk dengan raja mereka yang baru. Siklus pergantian kekuasaan itu ternyata terjadi sekali dalam seratus tahun, terus menerus.

Ketika pertempuran selesai dan Raja Kay yang baru sudah memerintah Raib, Ali dan Seli memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Hari Sabtu. Pulau itu ditempuh selama dua puluh empat jam ke arah barat. Di sana mereka akan menemui Pelaut Kay, seseorang yang tahu tentang pulau dengan tumbuhan aneh itu. Raja Kay mengatakan bahwa mereka harus bersikap sopan kepada Pelaut Kay sebab dia pemilik kunci lautan dan tidak ada seorang pun yang berani melawannya. Raja baru memerintahkan Petugas Zam untuk menyiapkan kapal cepat dan terbaik milik Kerajaan Pulau Hari Jumat. Kapal itu dikemudikan oleh Max. Mereka pun meninggalkan Kerajaan Pulau Hari Jumat yang sudah berganti nama dari Otoritas Pulau Hari Jumat.

Perjalanan mereka pun dilanjutkan dan Max mengendarai kapal cepat itu dengan sangat baik. Mereka pun menikmati perjalanan dengan baik. Tidak ada halangan berarti hingga perjalanan mereka di halangi oleh seekor gurita raksasa. Gurita raksasa itu berhasil memporak-porandakan kapal cepat mereka. Serangan Raib, Ali dan Seli tidak mampu menahan gurita raksasa itu. Saat kapal mereka pecah, Raib segera melakukan teleportasi dan mereka berpegangan dengan sebuah papan agar mereka tidak tenggelam. Saat Raib menggunakan sarung tangannya untuk menyedot cahaya, itulah waktu yang tepat bagi mereka untuk menyelamatkan diri. Mereka mendayung papan kayu itu dengan sekuat tenaga. Seli sudah benar—benar kelelahan. Hingga Raib dan Ali juga kelelahan dan kehilangan kesadaran hingga mereka berdua tertidur. Hanya Max yang masih kuat mendayung sampai mereka tiba di Pulau hari Sabtu.

Ketika Raib terbangun, di hadapannya sudah ada seorang perempuan tua yang sangat mirip dengan perempuan yang ditemuinya di Pulau Hari Senin. Dialah Bibi Nay. Tetapi mereka tidak sedang berada di Pulau Hari Senin sebab perkampungan ada di permukaaan tanah. Ali dan Seli juga telah sadar dan kondisinya juga baik. Seseorang pun akhirnya muncul yaitu Paman Kay yang disebut juga Pelaut Kay. Paman Kay membawa sebuah cermin besar dengan bingkai kayu berukir dan meletakkannya di lantai. Bibi Nay juga menyediakan makanan yang sempat dibayangkan oleh Raib, Ali dan Seli.

Paman Kay akhirnya mengatakan sesuatu yang sangat penting. Paman Kay dan Bibi kay sudah ribuan tahun tinggal di Kepulauan Komet. Banyak pendatang yang mencari pulau dengan tumbuhan aneh itu. Sebagian dari para pendatang itu hanya bertahan di Pulau Hari Senin, sebagian tidak bisa melewati Pulau Hari Selasa. Raib, Ali dan Seli sampai pada titik terakhir yaitu Pulau Hari Sabtu. Raib, Ali dan Seli telah berhasil melewati ujian kejujuran, dengan tidak mencuri apel di dalam perahu ketika di Pulau Hari Senin. Ketiga sahabat itu juga berhasil melewati ujian kepedulian yaitu membantu Cindanita menemukan boneka singa laut. Ujian kesabaran juga berhasil dilewati dengan mendengar cerita Petani Kay sampai Petani Kay tertidur. Ujian kecerdesan yaitu melawan kawanan burung hitam. Ujian ketulusan yaitu menolong para perompak yang kesakitan. Mereka bertiga juga berhasil melewati ujian ketangguhan dengan terus mengayuh papan kayu menuju Pulau Hari sabtu. Ujian terakhir mereka ada di Pulau Hari Sabtu. Dengan teknik kinetik yang hebat, Paman Kay mengangkat cermin itu ke atas meja makan.

Paman Kay mengetuk bingkai cermin dan cermin tidak lagi memantulkan bayangan Raib dan kawan-kawannya. Cermin itu bergulung, terlipat, berputar dan sesaat kemudian di dalam cermin itu tampak sebuah kapal. Paman Kay telah membuka portal menuju Pulau Hari Minggu. Pulau dengan tumbuhan aneh berada. Setelah melintasi portal cermin mereka akan sampai di kapal itu. Paman Kay mengatakan agar mereka naik kapal menuju barat setengah jam lamanya lalu akan bertemu dengan Pulau Hari Minggu. Pulau Hari Minggu bukanlah sebuah pulau melainkan sebuah biji tumbuhan raksasa yang ukurannya belasan kilometer, terendam di dalam lautan kemudian berkecambah dan tumbuh seperti pohon kelapa. Pohon itu berbuah dan dua ribu tahun lamanya agar buahnya matang. Saat buah tumbuhan itu matang, maka portal Komet Minor akan terbuka. Menurut Paman kay, kedatangan Raib dan teman-temannya memang tepat waktu. Buah itu akan segera matang. Hanya tinggal beberapa menit portal itu akan terbuka.

Raib, Ali dan Seli memperhatikan penjelasan Paman Kay dengan seksama. Max juga terlihat sangat antusias seolah-olah dia juga merasa ingin menemukan pulau itu. Tetapi, Paman Kay dan Istrinya Bibi Nay tidak mengizinkan mereka untuk melewati portal itu. Hanya ada satu syarat agar mereka bisa melewati cermin itu yaitu ketiga sahabat itu harus terlebih dahulu membunuh Paman Kay dan Bibi Nay. Syarat itu jelas tidak dipenuhi oleh Raib, Ali dan Seli. Mereka memilih untuk tidak pernah melewati portal itu dan pulang ke bumi. Ketulusan dan kejernihan hati mereka bertigalah yang akhirnya membuat Paman Kay dan Bibi Nay tergerak hatinya untuk memberi izin kepada ketiga anak itu. Satu persatu mereka melewati portal itu disusul oleh Max. Max langsung memasang layar dan mengemudikan kapal dengan cepat.

Setelah mereka tiba di tumbuhan aneh itu, mereka tahu bahwa Pulau itu memang hanya sebuah biji raksasa yang mengambang mengikuti arus laut. Saat akan melompat ke pulau, Max tiba-tiba menjerat mereka bertiga dalam sebuah jarring perak. Max ternyata adalah si Tanpa Mahkota. Max telah menghianati mereka. Si Tanpa Mahkota memperalat mereka sejak awal di Kota Illios, memancing mereka ikut saat bunga matahari mekar. Si tanpa Mahkota melakukannya sebab dua ribu tahun lalu, si tanpa Mahkota gagal mengikuti ujian terakhir yang diberikan Paman Kay dan Bibi Nay. Paman Kay dan Bibi Nay mengusirnya kembali ke bulan dan kemudian nasib buruk menimpa si tanpa Mahkota, dia dijebak saudara tiri dan ibu tirinya sehingga terjebak dalam penjara banyangan. Si Tanpa Mahkota sudah menunggu kesempatan ini selama dua ribu tahun lamanya. Bibi Nay sebenarnya tahu bahwa si Tanpa Mahkota adalah seseorang yang datang dua ribu tahun lalu tetapi Bibi Nay tidak bisa mencegah sebab dia bersama rombongan Raib. Tanpa berlama-lama, si Tanpa Mahkota memetik buah dengan tumbuhan aneh itu. Lautan tiba-tiba mendidih, buih menyembur di sekitar Raib, Ali dan Seli. Portal menuju Klan Komet Minor telah terbuka. Ketiga sahabat itu hanya bisa menonton apa yang dilakukan oleh si Tanpa Mahkota sebab mereka terjebak dalam jaring perak.

Penilaian saya terhadap buku ini

Buku ini memberikan nilai kehidupan dan nilai sosial yang sangat banyak kepada pembaca melalui petualangan Raib, Seli dan Ali. Petualangan mereka ke Pulau Hari Senin sampai ke Pulau Hari Minggu mengajarkan nilai-nilai ketulusan, kejujuran, keikhlasan, kesabaran yang sepatutnya memang diaplikasikan pembaca dalam kehidupan nyata. Buku seri Komet adalah buku yang paling emosional di antara ketiga seri ini.

3. KOMET MINOR

Penulis : Tere Liye, Tahun Terbit : 2019, Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Halaman : 374halaman.

Buku ini adalah kelanjutan petualangan Raib, Ali dan Seli dari Klan Komet menuju Klan Komet Minor. Di serial ini mereka bertiga bersama petualang hebat Batozar dan para petualang Klan Komet Minor menaklukkan si Tanpa Mahkota.

Sinopsis

Max atau si Tanpa Mahkota telah berhasil menipu Raib, Ali dan Seli dan sedang berdiri di Pulau Hari Minggu menunggu portal Klan Komet Minor terbuka. Raib dan Seli tidak bisa melakukan apapun selain menangis, kecewa dan menyaksikan si Tanpa Mahkota. Ali nampaknya sedang berkonsentrasi melakukan sesuatu. Seekor ikan raksasa tiba-tiba muncul dari lautan menghasilkan gelombang lautan yang tinggi seperti tsunami. Raib dan Seli sudah sangat ketakutan. Tubuh mereka tertahan di atas kapal karena jarring perak yang dibuat oleh si Tanpa Mahkota.

Si Tanpa Mahkota justru sedang berdiri seakan-akan dia memang menanti kedatangan ikan raksasa itu. Ikan itu mengarahkan mulutnya yang besar kearah Pulau Hari Minggu dan akan segera menelen Pulau Hari Minggu. Ketika pulau akan ditelan sepenuhnya oleh ikan, seseorang muncul dari cermin yang tergelatak di sebelah Raib. Seseorang yang sangat mereka kenal yaitu, Batozar. Batozar segera melepas jaring yang meliliti tubuh mereka dan segera bertelepotasi ke Pulau Hari Minggu. Saat mereka tiba di Pulau Hari Minggu, seketika itu juga mulut ikan raksasa sudah tertutup sempurna.

Pulau Hari Minggu segera meluncur ke dalam kerongkongan ikan. Si Tanpa Mahkota sangat marah melihat kehadiran Batozar, Raib, Ali dan Seli. Sebab sepanjang pengetahuannya, tidak ada titik penerima di Pulau Hari Minggu. Batozar menjelaskan kepada si Tanpa Mahkota atau yang disebutnya dengan sebutan Nir, bahwa Ali adalah anak yang sangat genius. Ali telah membawa cermin miliknya dan situasi sedang darurat sehingga Batozar berhasil melewati portal ke Pulau Hari Minggu.

Batozar tidak mengindahkan Si Tanpa Mahkota untuk membawa ketiga anak itu pergi, hal itu menimbulkan pertarungan antara mereka. Batozar mengeluarkan teknik perfettu yang dimilikinya. Batozar berhasil menotok tubuh si Tanpa Mahkota dan membiarkannya jatuh ke dasar pulau. Kesempatan itu digunakan oleh Batozar untuk lari bersama ketiga anak itu. Tak berapa lama kemudian, pulau itu telah sampai ke perut ikan dan hancur lebur. Saat itulah mereka juga telah berada di antara hutan yang lebat. Tumbuhan dan hewan-hewan nampaknya berbentuk raksasa. Batozar terus mereka berteleportasi hingga mereka sampai di tepi aliran sungai. Saat Seli akan membasuh wajahnya dengan air itu, Batozar melarang sebab banyak air dan hal yang beracun di hutan itu. Batozar menduga bahwa si Tanpa Mahkota telah jauh tertinggal di belakang dan kemungkinan tidak akan mencari mereka sebab tujuannya adalah mencari pusaka yang disimpan di Klan Komet Minor.

Batozar juga mengatakan bahwa sebenarnya hutan lebat sudah bagian dari Komet Minor dan dia mengaku bahwa dia mengenal Paman Kay dan Bibi Kay sebab dia telah bertualang ke Klan Komet dua ratus tahun lalu dan sampai di pulau hari sabtu tetapi karena buah pohon aneh belum matang, Batozar tidak sampai ke Pulau Hari Minggu. Mencari senjata bukanlah tujuan Batozar. Batozar hanya ingin bertualang. Sebelum pulang ke Klan Bulan, Paman Kay menghadiahinya menggunakan portal cermin dan Bibi Nay menghadiahinya teknik totokan. Batozar sengaja tidak menceritakan itu kepada mereka bertiga sebab Batozar menyangka mereka masih terlalu muda. Batozar juga akhirnya tahu bahwa si Tanpa Mahkota telah menipu Raib dan kawan-kawannya. Tetapi Paman Kay dan Bibi Nay membiarkannya ikut masuk ke Pulau Hari Minggu sebab itu adalah keputusan terbaik.

Kemudian, Batozar memutuskan apa yang hendak mereka lakukan. Mereka akan mencari pemukiman dan mencari informasi tentang pusaka yang di cari si Tanpa Mahkota. Saat mereka melakukan perjalanan mencari pemukiman, mereka merasa memerlukan makanan dan air. Ali ditugasi mencari makanan, sedangkan Batozar, raib dan Seli mencari air. Sangat susah mencari air bersih dan tak beracun di hutan itu hingga akhirnya mereka menemukan ruas pohon berlubang yang mengeluarkan air yang manis. Ali pun datang dengan membawa hasil tangkapannya yaitu ulat. Ali memastikan ulat itu tidak beracun sebab tidak mengeluarkan cairan hijau yang bercahaya. Setelah selesai makan, mereka melanjutkan perjalanan tanpa meninggalkan jejak tetapi pemukiman tidak kunjung ketemu. Batozar akhirnya memutuskan untuk mereka beristirahat dengan membuat hammock diantara pohon.

Keesokan harinya, Batozar membangunkan mereka dan melatih mereka teknik bertarung yang lebih baik. Batozar melatih teknik perffettu kepada mereka. Teknik bertarung yang diperlihatkan Batozar saat mereka diculik di hamparan salju. Batozar juga melatih teknik pukulan berdentum Raib dan Ali juga melatih tameng transparan dan teknik teleportasi. Tak ketinggalan juga teknik kinetik Seli diasah oleh Batozar. Hingga teknik kinetik dan petir seli benar-benar matang dan mampu menyerang Batozar. Seli berhasil menggerakkan tanah dengan teknik kinetiknya. Sampai mereka lupa bahwa mereka telah mengganggu sesuatu di bawah tanah. Batozar memang telah membentuk kubah di arena latihan mereka itu tetapi tidak melindungi tanah. Sesuatu menahan tubuh seli saat dia melakukan teknik kinetik itu. Seekor cacing raksasa telah merasa terganggu dengan latihan mereka. Cacing itu berukuran lima meter, berdiameter setengah meter, memiliki tanduk hijau dan sepsang mata hijau. Cacing juga memiliki taring yang sangat tajam. Cacing itu njuga menyemburkan cairan hijau kea rah seli dan menggigit seli serta berusaha menariknya ke dalam tanah. Saat Ali dan raib menyerang cacing itu, ternyata tubuhnya terbelah dan muncul cacing yang baru sampai berjumlah enam belas. Batozar berusaha menemukan kelemahan sic acing dan menemukannya.

Cacing itu akan lumpuh jika tanduknya diserang. Tetepi masalahnya cacing itu harus diserang secara bersamaan. Batozar pun akhirnya menggunakan teknik membelah diri yang diajarkan Paman Kay kepadanya. Seketika, cacing-cacing itu lumpuh dan Batozar kembali menjadi satu. Batozar memerintahkan Ali untuk mengambil taring cacing-cacing itu. Kondisi Seli sangat parah. Betisnya luka. Raib melakukan teknik penyembuh untuk menyulam lukanya tetapi tubuh Seli sudah terlanjur dialiri oleh racun cacing itu. Raib hanya bisa menutup jalan racun itui sampai ke otak. Seli akhitnya sadar meski kondisinya tidak benar-benar pulih.

Saat mereka melanjutkan perjalanan, tanah yang mereka pijak bergetar dan sebuah kota telah muncul di hadapan mereka. Kota itu baru saja berteleportasi dari tempat yang lain ke hadapan mereka. Batozar menjelaskan kepada Raib, Seli dan Ali bahwa bangsa Komet Minor adalah bangsa nomad atau bangsa yang berpindah-pindah sebab Klan Komet Minor dipenuhi oleh hewan yang berbahaya. Setelah mereka memasuki kota kecil yang baru saja berteleportasi itu, mereka melihat bahwa kota itu dipenuhi oleh bangunan-bangunan kubus. Batozar mengajak ketiga anak itu berhenti di salah satu toko berbentuk kubus. Toko itu menjual benda unik dan langka. Batozar menjual sebagian taring cacing yang dikumpulkan oleh Ali. Harga taring-taring cacing itu ternyata sangat mahal dan dibayarkan dengan system digital. Pemilik toko itu menyerahkan HTP ( Hologram Tanda Penduduk ) kepada mereka yang bisa digunakan sebagai alat transasksi. Biaya penjualan taring cacing itu bisa mereka gunakan selama di Klan Minor.

Setelah itu mereka pun akhirnya pergi ke rumah makan, di rumah makan mereka bertemu dua kakak beradik yang juga petualang dunia pararel yaitu ST4R dan SP4RK. Mereka sedang mengejar Ratu Calista yang juga ingin menguasai klan mereka yaitu, Proxima Centauri. Ratu Calista sedang mengadakan diplomasi dan tawaran perdamaian di Klan Komet Minor sebabKomet Minor dianggap sebagai klan yang paling netral. Ternyata misi mereka sama. Yaitu untuk menyelamatkan klan masing-masing. Sebelum pulang, SP4RK menyerahkan sebuah kartu hologram kepada Batozar. Kartu Hologram itu berisi peta dan informasi yang mereka butuhkan.

Selesai makan, Batozar merasa bahwa petualangan mereka memerlukan kendaraan. Mereka pergi kesalah satu toko kendaraan di kota itu dan membeli sebuah kubus terbang untuk kapasitas empat orang. Harga taring itu ternyata sangat cukup untuk membeli kubus terbang itu. Sebelum berangkat, Batozar menyuruh Ali menyiapkan perbekalan mereka sembari Batozar mencari informasi dari hologram yang diperolehnya dari SP4RK. Setelah berusaha keras mencari informasi terkait senjata, Batozar tidak menemukan apa-apa. Tetapi setelah Batozar mengganti kata kunci dengan tetua klan, kejadian besar, perayaan, tanggal berasejarah, proyeksi hologram itu langsung memberi potongan berita lama. Batozar menemukan sebuah video lama yang direkam oleh seorang amatir. Seseorang sedang berbicara di dalam video itu yang menyatakan bahwa festival adalah omongkosong. Sebab misi utama klan adalah menjaga perdamaian seluruh konstelasi. Batozar menentukan bahwa mereka harus menemui seseorang di dalam video itu dan tempat video itu direkam ada di Kota Barchantum. Kota itu sedang berada enam ratus kilometer ke arah utara dari tempat mereka berada dan mendarat enam hari sebelumnya, dan dalam 24 jam akan melakukan teleportasi. Maka mereka segera bergegas menuju kota itu. Ali telah kembali setelah menyiapkan bekal dan dia dimandatkan menjadi pengemudi kubus terbang itu.

Saat di dalam kubus terbang, raib bertanya tentang bagaimana cara Batozar memecah dirinya menjadi enam belas. Batozar mengatakan bahwa itu adalah teknik teleportasi biasa yang dilakukan dalam level tinggi dan dilakukan bertahun-tahun untuk menguasainya. Paman Kay lah mengajarinya melakukan teknik itu. Batozar juga menyarankan mereka untuk perlu memodifikasi setiap teknik bertarung yang mereka kuasai.

Mereka sedang asik membicarakan teknik bertarung, Seli tiba-tiba memuntahkan darah segar. Raib segera melakukan teknik penyembuh. Raib tidak berhasil menemukan masalah apapun dalam tubuh Seli. Tubuh Seli mulai berwarna hijau. Sepertinya efek dari gigitan cacing raksasa. Tubuh Seli terus kejang dan dia sangat kesakitan. Karena Raib tidak bisa menyembuhkan Seli, Batozar meminta agar Raib memberi sugesti nyaman kepada Seli. Sepertinya untuk sementara teknik itu ampuh untuk memberi kesegaran pada tubuh Seli.

Kondisi Seli semakin membaik dan Batozar menyuruh Ali mendaratkan benda terbang ke rumah yang ada dipotongan video. Rumah itu ada di tengah kota Barchantum. Kota ini sepuluh kali lebih besar daripada kota pertama yang mereka datangi. Bangunan kota adalah berbentuk segitiga. Pemilik rumah itu bernama Tuan Entre. Tuan Entre mempersilahkan mereka naik ke lantai paling atas. Tinggi banghuann itu sekitar empat puluh meter. Saat Tuan ernte menanyakan perihal kedatangan mereka, Ali menjawab mereka mencari tahu tentang senjata. Awalnya Tuan Entre menolak memberi penjelasan sebab Klan Komet Minor adalah zona yang netral dan putih. Meskipun Batozar membantah perkataan Tuan Entre bahwa tidak ada senjata di Klan Komet Minor, Tuan Entre masih tetap dengan pndiriannya.

Ali tidak sabaran dan dia menyinggung tentang Paman Kay dan Bibi Nay. Akhirnya Tuan Entre menjelaskan tentang masa lalu Klan Komet Minor setelah nama Paman Kay dan Bibi Nay disebut oleh Ali. Klan Komet mior dijadikan sebagai tempat petualangan antar klan oleh para petualang. Semua unsur di kaln Komet Minor jadi tempat berlatih bagi mereka. Banyak yang datang, hanya sedikit yang bisa bertahan. Tetaopi daeri yang sedikit itu tidak semua memiliki niat baik sehingga setekah menjadi kuat dan pulang ke klan masing-masing merejka menjadi jahat. Karena itulah dibentuk aliansi Para Pemburu oleh Paman Kay dan Bibi Nay. Para pemburu adalah petualang yang bertahan hidup di alam liar Klan Komet Minor dan tujuan utamanya menjaga kedamaian dan memburu orang-orang jahat. Selama Ribuan tahun, semua berjalan sesuai rencana. Hingga salah satu anggota pemburu secara rahasia mengembangkan sebuah senjata mematikan. Nama pemburu itu adalah Finaletrium atau biasa dipanggil Finale. Senjata itu adalah sebuah pusaka yang terdiri dari tiga potongan yang berbentuk tombak. Finale menciptakan senjata itu bukan untuk niat jahat tapi untuk melawan petualang antar klan. Tetapi seseorang berhasil mencurinya dan terjadilah keributan besar di Kota Archantum. Banyak pemburu yang tewas, penduduk Klan Komet Minor juga sebagian menjadi korban. Hingga akhirnya senjata itu berhasil diambil dan direbut oleh Paman Kay dan para pemburu yang tersisa. Paman Kay dan Bibi Nay membubarkan aliansi dan Klan Komet Minor menjadi zona putih. Dengan tekhnologi kemudian bangsa Klan Komet Minor menjadi nomad dan berpindah-pindah.

Saat Ali mendesak bagaimana keberadaan senjata dan Finale, Tuan Entre mempersilahkan mereka meninggalkan rumahnya. Tetapi hatinya luluh saat Seli kembali kembali meraung-raung dan kesakitan. Tubuh Seli juga berubah menjadi hijau. Tuan Entre justru menawarkan diri untuk mengirimkan sugesti kepada Seli dan menyuruh mereka untuk tetap tinggal di rumahnya. Tuan Entre memiliki teknik penyembuh. Seli telah terkena efek racun cacing pasak dan tidak ada yang bisa menyembuhkannya kecuali dirinya sendiri. Seli hanya bisa sembuh jika dia bisa melewati malam itu dan menunggu matahari terbit keesokan harinya. Jika tidak Seli akan kehilangan nyawanya. Begitu penjelasan Tuan Entre. Saat Seli tidak sadarkan diri, Ali pamit untuk berkeliling kota. Batozar dan Raib yang setia menjaganya. Hingga tengah malam Seli tak juga sadar. Ali sudah kembali dari kota dan nampaknya sangat cemas. Keesokan harinya, ketika matahari terbit Seli sadarkan diri dan telah berhasil melawan efek racun di dalam dirinya.

Setelah Seli sembuh, Tuan Entre berubah pikiran dan membantu mereka untuk mencari jejak senjata itu. Tuan Entre mengatakan bahwa Finale tidak benar-benar menghancurkan tombak itu tetapi membaginya menjadi tiga bagian. Finale memilih mengasingkan diri sejak itu. Tuan Entre tidak tahu dimana Finale menyimpan potongan pusaka itu tetapi kemungkinan ada seseorang yang menyimpan potongan pertama. Seseorang itu bernama Arci dan tinggal di Menara Kelabu ke arah selatan di pegunungan jauh.

Mereka akhirnya berangkat menuju pengunungan jauh ke arah selatan. Semakin ke selatan, hutan sangat lebat. Hewan-hewan besar dan Nampak dalam bentuk raksasa. Saat dalam benda terbang mereka berbincang tentang pengalaman seli saat tidak sadar dan Raib juga menanyakan kepada Ali kemana saja dia saat Seli tidak siuman. Ali hanya pergi ke kota Barchantum dan membeli sebuah kubus adengan benda-benda kecil di dalam kubus. Di dalam kubus itu ada sesuatu berbentuk gel berwarna hijay yang bisa menirukan benda di dekatnya. Ada juga kertas origami berbentuk pesawat, kertas origami kuning, selotip, penjepit rambut dan tutup botol. Ali menghilangkan kecemasan dengan berbelanja. Harga semua benda-benda kecil Ali adalah tiga puluh dua ribu pax. Hal itu memunculkan perdebatan diantara mereka sebab itu adalah harga yang mahal. Saat mereka sedang berdebat ada hewan-hewan menembaki benda terbang mereka dengan bola api. Bentuknya besar dan seperti kadal di dunia mereka.

Menara kelabu telah dekat dan hewan-hewan itu akan menghalangi perjalanan mereka. Semakin mereka menurunkan ketinggian untuk mencari menara kelabu itu. Hewan-hewan raksasa itu tetap saja membuat bola api tetapi hewan-hewan itu tidak mengeluarkan suara. Karean sudah lama terbang dan tidak menghasilkan apa-apa, Raib mengusulkan untuk turun dan berbicara dengan alam agar bisa tahu dimana posisi menara kelabu. Mereka berhasil mendara dan segera berteleportasi dan menginjak tanah. Setelah di tanah kosong, Raib meletakkan telapak tangannya di tanah dan teknik itu berhasil dikeluarkan oleh raib.

Raib berhasil melihat sebuah menara tinggi yang berdiri kokoh di arah utara. Terlihat sangat kelabu dan dipuncaknya ada seseorang dengan mata buta berdiri sedang memegang busur emas. Saat mereka hendak berangkat, saat itulah tanah yang mereka pijak mengeluarkan uap panas. Kadal-kadal raksasa itu juga sudah tahu keberadaan mereka. Perjalanan mereka ke arah utara harus melewati kadal-kadal itu. Mereka menghindari kadal-kadal itu dengan teknik menghilang, teknik berdentum, teknik kinetik secara bergantian. Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah lembah dan kadal-kadal raksasa itu berhenti mengejar mereka tetapi di hadapan mereka ada banyak tulang belulang kadal raksasa. Di atas lereng, mereka melihat sebuah menara tinggi yaitu menara kelabu. Berkali-kali mereka melakukan teleportasi tetapi mereka tetap terpelanting ke titik awal lautan tulang. Teknik teleportasi tingkat tinggi dengan membelah diripun tidak mampu menahan serangan seseorang di atas menara. Hingga malam, ketika Raib tidak bisa tidur di tenda canggih yang diperoleh Ali dari kubus yang dibelinya, Raib mengatakan kepada Batozar bahwa seseorang diatas sana dalam keadaan buta.

Seketika Batozar melatih teknik perfettu dan teknik melihat dengan pendengarannya. Batozar menutup mata dan menyuruh Raib untuk melemparinya dengan tulang belulang raksasa. Batozar berhasil menghindari semua lemparan. Dan Merasa sudah saatnya untuk pergi kearah menara. Batozar berhasil melawati serangan dan telah tiba di atas menara segera mengambil busur emas itu. Seketika Raib, Ali dan Seli sudah berteleportasi di atas menara.

Seseorang itu bernama Arci dan sudah tahu tentang kedatangan, nama dan tujuan mereka. Arci buta dan kehilangan kedua matanya saat perang besar di konstelasi Andromeda. Sejak kehilangan matanya, Paman Kay menyuruhnya berlatih dengan kadal-kadal itu untuk melatih kelemahannya menjadi kelebihannya. Batozar sudah mengembalikan busur emas itu sebab mereka sudah menjadi tamu Arci.

Senjata itu menurut Arci diciptakan oleh Finale dengan tujuan yang baik tetapi anak angkat laki-laki Paman Kay dan Bibi Nay telah mencuri senjata itu bahkan tanpa senjata itu telah membunuh anak angkat Kay dan Bay itu serta seorang anak perempuan mereka. Itulah yang menyebabkan Paman Kay dan Bibi Nay mengasingkan diri ke Klan Komet. Setelah bertanya tentang kehebatan orang yang sedang dicegah oleh Raib dan kawan-kawannya, Arci menyerahkan potongan pertama pusaka itu kepada Ali. Ali menyimpannya di dalam ranselnya. Arci menyuruh mereka menjumpai temannya yang bernama Kulture di kota Archantum. Kulture adalah orang yang sangat terkenal yang menyimpan potongan pusaka kedua dan tahu tentang keberadaan Finale.

Mereka segera terbang menuju Kota Archantum. Saat dalam perjalanan sesuatu menghantam benda terbang mereka hingga benda terbang mereka terbanting ke lereng gunung. Si Tanpa Mahkota telah mengikuti mereka. Si Tanpa Mahkota telah menghancurkan ribuan kadal di pegunungan jauh sehingga bisa menemukan jejak Arci dan si Tanpa Mahkota telah melenyapkan Arci. Meskipun Batozar, Raib, Seli dan Ali berusaha melawan Si Tanpa Mahkota, Si Tanpa Mahkota telah berhasil mengambil potongan senjata itu dari ransel Ali.

Kemudian mereka segera memutuskan untuk segera menuju kota Archantum sebelum si Tanpa Mahkota menemukan Kulture dan mendapatkan potongan kedua. Karena benda terbang mereka telah hancur, mereka memilih perpindah dengan cara manual yaitu berteleportasi. Setelah beberapa jam berteleportasi mereka tiba di sebuah kota kecil yang akan segera melakukan teleportasi ke Kota Archantum. Akhirnya mereka memilih ikut serta berteleportasi dengan kota itu sebab waktu yang dibutuhkan akan lebih singkat. Setelah kota yang mereka datangi melakukan teleportasi, sesaat kemudian mereka telah tiba di Kota Archantum. Kota Archantum terdiri dari banyak bentuk bangunan yaitu kubus, segitiga, tabung, heksagonal dan sebagainya. Batozar segera membawa Raib, Seli dan Ali ke pusat informasi untuk mencari keberadaan Kulture. Ali telah mengunduh informasi public kota Archantum dan segera mencari nama “Kulture” tetapi tidak menemukan apa-apa. Kulture telah berganti nama. Pencarian diganti dengan orang paling terkenal. Kemudian muncul sosok perempuan yang disebut Lady Oopraah yang terkenal sebagai artis, pembawa acara, produser, filantropis, aktivis lingkungan, dan juga ahli sejarah dan budaya di Kota Archantum. Kemudian Batozar memutuskan untuk menemui Lady Oopraah setelah melihat jadwal di layar hologram ke Rumah Sakit Archantum. Tetapi mereka tidak berhasil bertemu dengan Lady Oopraah karena sudah disesaki oleh orang-orang. Karena tidak berhasil mereka mencoba mengikuti jadwal berikutnya ke kebun binatang Archantum. Tetap saja mereka tidak bisa bertemu langsung dengan Ooprah sebab acara itu dikawal oleh petugas keamanan.

Mereka mengikuti Lady Oopraah ke acara berikutnya yaitu acara syuting sebuah flim. Saat syuting akan dimulai, pemeran monsternya tidak kunjung datang sehingga si sutradara menyangka bahwa Batozar adalah pemeran monster. Berulangkali adegan yang dilaksanakan gagal dan Batozar memang tidak memilki kemampuan acting. Ooprah meminta untuk beristirahat. Batozar dan ketiga anak itu langsung berteleportasi mengikutinya. Ooprah tidak merasa terkejut melihat keempat orang itu. Batozar langsung ke inti pembicaraan dan segera memanggil Ooprah dengan Nyonya Kulture. Batozar menyatakan bahwa seseorang sedang mencari Kulture untuk mencari potongan kedua pusaka yang disimpan oleh Kulture. Awalnya Ooprah menolak untuk membahas tentang senjata itu tetapi saat Ali mencoba membahas tentang Arci yang sudah diserang di Menara Kelabu, Ooprah akan mempertimbangkan untuk memberitahu tentang senjata itu dan menyuruh mereka datang ke sebuah acara talkshow pada pukul Sembilan malam yang akan ditayangkan di stasiun televisi Archantum dan memberikan mereka sebuah kartu hologram agar bisa masuk ke acara itu.

Setelah mereka sampai di studio televisi, Ooprah ternyata meminta salah satu dari mereka menjadi pembicara tunggal selama lima menit di acara talkshow yang dipimpin Ooprah. Topik yang akan dibicarakan adalah defenisi tentang keluarga dan jika semua penonton dalam studio terdiam maka Lady Ooprah akan memberikan potongan kedua pusaka itu. Lama mereka berembuk tentang siapa yang akan tampil, Ali akhirnya memutuskan untuk tampil.

Segmen terakhir itu ternyata bisa dilewati Ali dengan bagus. Semua penonton terdiam mendengar penjelasannya tentang keluarga. Ali sepertinya membahas tentang latar belakang keluarga Raib, Seli dan Batozar. Di sela pembicaraannya, Ali juga membahas tentang seorang bayi yang orang tuanya tewas dalam sebuah badai dan si bayi itu tumbuh besar di tengah-tengah kemegahan serta membuat ilusi bahwa orangtuanya masih hidup dan sedang di luar negeri. Penjelasan Ali membuat semua penonton terdiam dan berdiri. Mereka telah berhasil melewati ujian dari Ooprah. Lady Ooprah pun menyerahkan potongan tombak yang kedua dan menyuruh mereka menemui Finale di sebuah tambang tua 210579 di lembah terlupakan. Tempat itu adalah tempat Finale menciptakan tombak itu pertama kali. Lady Ooprah menjelaskan bahwa Finale sudah pikun sehingga menyuruh mereka berhati-hati. Lady Ooprah juga memberikan mereka sebuah benda terbang berbentuk tabung perak agar mereka bisa mengunjungi tambang tua itu.

Setelah semalaman ada di tabung perak, mereka sudah hampir sampai ke lembah terlupakan saat itu jugalah sebuah pukulan keras menghantam kapsul terbang mereka. Si Tanpa Mahkota telah mengikuti mereka. Tabung perak mereka terpelanting ke hamparan pasir saat hantaman berikutnya datang. Si Tanpa Mahkota mengetahui jejak mereka dengan tampilnya Ali di acara talkshow yang dipimpin Lady Ooprah dan beberapa rekaman video amatir di Kota Archantum. Si Tanpa Mahkota telah menemui Lady Ooprah dan menghancurkan sebagian rumahnya sebab Lady Ooprah tidak mau memberi petunjuk apapun. Untuk kali kedua mereka gagal mempertahankan potongan pusaka yang kedua. Si Tanpa Mahkota berhasil merebutnya. Sebelum mereka pergi, Si Tanpa Mahkota mengatakan bahwa Ali adalah turunannya tyang ke 21.

Batozar segera mengajak ketiga anak itu untuk berpindah lewat cermin dari tabung perak ke ruang syuting Lady Ooprah dan dari sana mereka segera menuju rumah Lady Ooprah. Dengan mencari informasi lewat hologram, mereka menemukan rumah Lady Ooprah sebab sudah ada dalam hampir semua pemberitaan rumah Lady Ooprah hancur dan Lady Ooprah diberitakan hilang. Batozar dan ketiganya masuk ke dalam rumah dengan menggunakan teleportasi. Sebagai seorang pengintai, Batozar menemukan sebuah pintu rahasia di balik rak buku Lady Ooprah. Setelah menarik pintu itu, mereka berhasil menuruni anak tangga menuju sebuah ruangan yang sepertinya tidak pernah didaftarkan oleh Lady Ooprah.

Di dalam ruangan itu sudah ada Tuan Entre, Arci dan Lady Ooprah. Ruangan itu adalah markas lama para pemburu yang digunakan Paman Kay dan Bibi Nay untuk mengumpulkan para pemburu. Setelah Batozar, Raib, Seli dan Ali memberitahu Tuan Entre dan teman – temannya bahwa potongan pusaka yang pertama dan kedua telah dicuri si Tanpa Mahkota, mereka segera membuat rencana untuk menyelamatkan potongan terakhir. Kondisi semakin buruk sebab si Tanpa Mahkota sudah ada di lembah terlupakan. Itu artinya posisi si Tanpa Mahkota sudah dekat dengan Finale.

Tak menunggu lama mereka akan berpindah lewat cermin besar yang tergantung di dinding. Lady Ooprah ternyata juga telah menyembunyikan sebuah cermin di tempat Finale berada agar bisa digunakan dalam kondisi darurat. Setelah melewati portal cermin, mereka tiba disebuah ruangan berbatuan kokoh didalamnya ada sawah, pepohonan, perkebunan dan hewan – hewan ternak. Ada juga air terjun dan sebuah rumah didalamnya.

Mereka mendapati Finale di dekat air terjun sedang memancing. Awalnya Finale tidak mengenali teman – temannya itu. Finale juga menganggap ketiga anak – anak itu adalah anak – anak temannya. Tetapi, setelah Arci menjelaskan bahwa mereka adalah petualang antar klan yang sedang menghadang seorang petualang lain untuk mendapatkan tombak pusaka milik Finale. Arci juga menjelaskan bahwa dua potongan sudah dimiliki oleh petualang itu. Hanya tinggal potongan yang terakhir. Kedatangan anak – anak itu adalah untuk menggagalkan rencana si petualang yang mencari pusaka itu. Saat mendengar penjelasan Arci, Finale langsung menolak untuk membicarakannya lebih lanjut. Finale tidak mau teringat akan kejadian ribuan tahun lalu, yang telah menewaskan kedua anak Paman Kay dan Bibi Nay.

Tiba – tiba saat Arci masih menjelaskan, Finale diam sedang mendengarkan sesuatu. Si Tanpa Mahkota telah menghantam pintu baja ruangan tambang itu dan membuatnya retak. Dengan kecepatan penuh, si Tanpa Mahkota telah tiba diruangan Finale berkebun dan beternak. Pertandingan antara mereka pun terjadi, Finale dan teman – temannya menyerang si Tanpa Mahkota. Tapi di diakhir serangan, si Tanpa Mahkota berhasil menjatuhkan Finale. Sesaat kemudian Finale langsung menyerahkan potongan pusaka terakhir kepada Ali. Si Tanpa Mahkota berhasil merebut ransel Ali dan mengambil pusaka itu dari dalamnya. Si Tanpa Mahkota merasa sudah menang tetapi disaat itulah juga Ali tertawa sangat panjang.

Ali menertawakan kebodohan si Tanpa Mahkota sebab pusaka yang dipegang si Tanpa Mahkota adalah pusaka palsu. Ali yang telah memegang pusaka asli sebab dia telah menggandakannya dengan gel biru yang dibelinya di Kota Barcahantum. Pusaka pertama di menara kelabu pun berhasil digandakannya. Ali segera menyatukan potongan ketiga tombak itu. Dan mengarahkannya kepada si Tanpa Mahkota. Tetapi, Raib segera menghalangi Ali dan memintanya agar tidak membunuh si Tanpa Mahkota. Mereka bisa mengirimkan si Tanpa Mahkota ke Bor-O-Bdur.

Sementara itu kondisi Finale hampir tidak bisa disembuhkan. Tekhnik bayangan si Tanpa Mahkota telah meruntuhkannya. Tetapi disaat yang bersamaan ada yang datang diruangan itu yaitu Paman Kay dan Bibi Nay. Bibi Nay menotok ribuan titik di tubuh Finale sedangkan Raib menyulam luka – luka ditubuh Finale. Lima belas menit kemudian tubuh Finale membaik. Setelah Finale mulai membaik, Paman Kay meminta kepada Ali agar mengembalikan tongkat itu kepada Finale. Seketika Finale segera membaginya menjadi tiga bagian dan satu bagian diserahkan kepada Arci, satu bagian dipegang Kulture dan satu bagian lagi dipegang sendiri oleh Finale.

Paman Kay menyuruh Raib dan teman – temannya untuk mengirim si Tanpa Mahkota ke Bor-O-Bdur agar si kembar Ngglanggeran dan Ngglanggeram bisa menghilangkan ambisi si Tanpa Mahkota. Petualangan itu adalah petualangan yang sangat menakjubkan bagi mereka. Bersama para petualang klan lain dan juga bersama Batozar – teman petualang yang tangguh- mereka telah melumpuhkan si Tanpa Mahkota. Raib, Seli, Ali dan Batozar segera kembali ke bumi dan membawa si Tanpa Mahkota ke Bor-O-Bdur, tempat ceros alias si kembar Ngglanggeran dan Ngglanggeram berada.

Penilaian saya terhadap buku ini

Menurut saya, Seri Komet Minor juga buku yang sangat bagus sebab di dalamnya ada banyak tersirat pesan bahwa hidup ini harus jujur tidak bisa terlalu ambisius. Sama seperti si Tanpa Mahkota yang menggandalkan keegoisannya dan ambisinya yang sangat tinggi sehingga dia terjerat dan dikembalikan ke dasar bumi.

Ketiga buku ini dan serial petualangan Raib, Seli dan Ali lainnya wajib dibaca. Kisah mereka bertiga selalu menarik dan seru untuk diikuti. 🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s