Sensasi “deg-deg ser” naik speed di Kalimantan Utara

Ada begitu hal yang sangat-sangat tidak menarik, lumayan menarik sampai byk hal yang patut untuk saya syukuri semenjak saya memutuskan untuk ikut bersama suami stay di batas negara, Nunukan Kalimantan Utara. Kalau dipikir-pikir secara logika, banyak sekali hal yang membuat saya merasa jenuh. Terutama masalah ketiadaan sinyal dan keterbatasan air bersih. Tapi harus saya atasi setidaknya dengan anggapan ” saya sedang traveling disini – sebab traveling tak selamanya memberi kenyamanan – tapi kadang-kadang memaksa untuk tetap bertahan dan survive”

Ternyata anggapan yg saya bangun sendiri itu memberikan kekuatan tersendiri bagi saya. Saya yang awalnya pesimis bisa bertahan dengan kondisi yang sangat terbatas akhirnya mendapati diri menjadi sedikit kerasan tinggal di Provinsi termuda di negara Indonesia. Lagian pun memang daerah ini masih sangat baru bagi saya. Kota-kotanya dan desa-desa yg bahkan tidak pernah dengar namanya (Simenggaris, Sebuku, Sembakung, Lumbis – Malinau – Sebatik, Nunukan dsb ) menjadi tempat baru yang menyenangkan.

Yah… Memang benar-benar “life is traveling” selama saya sedang berada di Kalimantan. Terutama pengalaman naik speed ataupun pengangkutan laut dan sungai, dari yang seram, biasa saja, sampai yg lumayan.

Akhir tahun 2018 – menuju tahun 2019, kami dari tempat suami bekerja di beri reward untuk jalan-jalan ke Derawan di Berau tetapi karena keterbatasan dana (mungkin) untuk mengangkut ratusan karyawan dan keluarga, kami akhirnya jalan ke Pulau Tarakan saja. Yah tidak masalah lah buat kami sebab gratis itu selalu menyenangkan.Siapa juga yg gk mau dibayarin 3 hari 2 malam. Hehehe…

Jadi, perjalanan ke Tarakan itu harus kita lalui melalui sungai Sembakung, naik speed. Dibayanganku sebelumnya speed nya mungkin aman akan sama seperti speed yang tujuan Tarakan Malinau. Tetapi, dugaanku salah… Yang ini memang harus jujur, pelabuhan sempit, kami dapat speed yang ada toiletnya tapi kondisinya kurang memadai, tanpa dibagi baju pelampung. Perjalanan dimulai dengan tenang… Speed melaju perlahan. Sekitar 15 menit kemudian, terdengar suara aneh di mesin speed. Tiba-tiba speed berhenti. Iya berhenti di tengah sungai yang sangat besar. Oh Tuhan. What the hell!!! Kita tanya operator dia bilang tidak apa-apa. Cek sebentar kemudian speed jalan lagi. Jalan beberapa menit lagi, gk sengaja mesin speed menabrak potongan kayu besar. Fyi, sepanjang sungai Sembakung menuju Tarakan itu kondisi hutannya sudah tidak lagi baik dan banyak pembalakan liar sehingga banyak kayu-kayu dan pohon yang tumbang di tengah laut dan sungai. Sehingga perjalanan naik speed juga harus mengelakkan dari bongkahan kayu yang banyak di sepanjang sungai. Speed nya masih jalan perlahan tapi kemudian berhenti lagi. Rupanya kayu tadi dengan kuat menabrak mesin speed kami. Sejujurnya saya begitu deg-deg an. Semua penumpang juga sudah mulai resah. Akhirnya operator meminta waktu untuk memperbaiki mesin di tengah air. Yup di tengah-tengah.. tidak menepi. Kami pun terombang ambing… (Jadi keinget lagu “bagaikan kapal yang selalu diombang-ambingkan” -saya benaran nyanyi sambil keringat dingin)

Ternyata, naik speed itu tak selamanya susah. Ada juga yang bagus, buktinya waktu ikut suami mau kom ( kick of meeting) di Balikpapan, kami jalannya lewat pelabuhan internasional Nunukan, speed nya mewah, besar, bahkan guncangan ombak tidak terasa. Sampai seumur-umur baru kali itu saya ketiduran di speed.

Sekarang, krn tinggal nya sudah di Sei Kelayan, kami pun harus mau tak mau membeli perlengkapan rumah tangga dan bahan makanan harus rela turun ke pulau Nunukan. Yah, naik speed lagi sekitar 20 menitlah dari Sungai Ular. Kalau naik perahu sekitar 40 menit. Yang asik kalau mau jalan ke Nunukan kita jalannya di antara hutan bakau yang sangat rimbun. Baru kali ini saya lihat ada hutan bakau yang sangat bagus. Mungkin karena berbatasan langsung dengan Malaysia kali ya, makanya dirawat habis- habisan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s