Backpaker Desa Adat Travelling Wonderful Indonesia

Bertamasya ke Desa Teganan – Desa Asli Bali

 

DSC00735
Pintu Masuk Desa Teganan Pegringsingan

 

Bali memang terkenal dengan adat istiadat serta kebudayaan yang sangat kental. Hampir semua desa/ perkampungan memiliki kekhasan daerah yang unik. Berbagai macam upacara adat sperti ngaben, upacara nyepi, dsb. Tapi ada satu desa adat yang tidak merayakan upacara nyepi. Desa Teganan Pegrisingan namanya. Menurut masyarakat desanya, desa ini salah satu dari tiga desa Bali Aga (desa asli di Bali) yang benar-benar memang murni memegang adat Bali. Dua Desa Lainnya yaitu Trunyan dan Desa Sembiran. contohnya saat nyepi di Bali, Desa ini termasuk desa yang tidak merayakannya, mereka akan beraktivitas seperti biasa. Jika desa lain di Bali sudah berakulturasi dan berassimilisasi dengan budaya luar, desa ini satu-satunya desa yang tidak bercampur baur dengan pengaruh luar. Bentuk dan kondisi bangunan mereka juga serta tata letak bangunan dibangun berdasarkan adat yang sudah diwariskan turun temurun dari nenek moyang.

 

DSC00691
Banjar di Teganan

 

 

DSC00732
Banjar di Teganan

 

Perjalanan ke Desa adat ini lumayan jauh sampai pak Suami mau nyerah bawa motornya, dari tempat yang ramai ke yang sepi ke yang ramai ke yang sepi lagi. Lokasinya melewati persimpangan Pelabuhan Padang Bay. Waktu tempuhnya hampir 3 jam dari Denpasar Kota. Terletak di Kecamatan Manggis Kabupaten Karang asem Bali. Kami berdua sampai nyasar pula ke peternakan kandang ayam karena si mbak google salah kasi petunjuk jalan. Akhirnya setelah tanya-tanya penduduk sekitar kami di arahkanlah ke jalan yang benar.

 

DSC00694
Kondisi Bangunan di Desa Teganan

 

Nah, sesampainya disana.. Tak banyak pengunjung hanya beberapa orang Bule dan Lokal hanya kami berdua saja. ( Mungkin saja karena lokasinya jauh dari pusat kota Denpasar).

IMG_20180615_105053
Patung Kerbau di Pintu Masuk

tak seperti tempat wisata lainnya yang harus beli tiket, di pintu masuk ada Donasi Sukarela yang diberikan untuk digunakan oleh Desa.
Kemudian ada beberapa patung kerbau di pintu masuk desa, yang konon katanya itu adalah Pura kandang yang dulu persembahyangan dilakukan di bawah pohon jepun itu. Pura dalam umat Hindu adalah Suci, kandang dalam Bahasa Indonesia adalah tempat hewan. Patung ini tak lepas dari Desa Pegringsingan yang meyucikan kerbau/ombo.Untuk itulah warga harus memelihara kerbau. Jadi patung kerbau ini sebagai symbol/peringatan upacara adat yang mereka wajib lakukan.

 

 

DSC00705
Banjar di Desa Teganan

 

Tak lama untuk mengelilingi desa ini, hanya butuh waktu paling lama setengah jam saja.
Ditengah desa banyak terdapat Banjar/ Balai desa, banyak juga ayam-ayam yang sudah diwarnai, disepanjang jalan desa juga hampir semua waga sebagai pengrajin dan pengunjung dipersilahkan untuk mencoba kerajinan tangan seperti membuat tas kayu, tenun ikat, lukisan, anyaman bamboo dan banyak lainya.

DSC00696
Ayam yang sudah diwarnai – banyak sekali ayam di desa ini

Fyi, keberadaan ayam – ayam di wilayah ini juga berkaitan dengan upacara adat Desa yang mereka adakan tiap enam bulan. Ada sebuah upacara yang bias menangkap ayam yang berkeliaran  desa sebanyak 3 ekor ayam yang disebut dengan upacara Krama Teganan.

 

DSC00701
Kerajinan Anyaman Bambu

Aktivitas desa ini juga seperti desa lainnya, tidak ada yang terlalu berbeda mungkin karena kami datang tidak pas upacara adat karena ketika kami coba masuk ke gallery di pintu keluar, banyak terpajang foto-foto kegiatan adat yang mereka lakukan Seperti upacara peperangan yang biasa dilakukan bulan Juni.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s