Travelling

Candi Gunung Kawi

Sejujur jujurnya, saya baru tahu ada tempat ini setelah suami bilang kalau ada Pura yang jaraknya tidak terlalu jauh ubud terrace. ”Sekalian liat sawah, yok lah sebentar kesana. Hanya sebentar saja kog” Ujarnya.
Akhirnya setelah puas lihat Ubud Bali Terrace, kita berdua motoran lagi menuju tempat yang menurut hasil riset suami saya adalah sebuah candi.
Tak berselang beberapa lama, dan mengikuti si google map, kita kesasar. Drama lagi. Setelah bertanya kepada seorang Bapak yang sedang asyik merokok di bawah pohon rindang di halaman rumahnya, kami diarahkan ke jalan yang benar.
Setelah sampai ke tujuan dan bayar tiket masuk, saya merasa tempat ini biasa- biasa saja.
“Mbak dan mas turun ke bawah ya, Candinya ada di bawah”
Tidak terlalu banyak pengunjung tapi hampir semua yang naik dari bawah pada ngos-ngos an.
“yang.. kayaknya jauh nih, pada kecapekan semua kayaknya yang kita lewatin” kata Pak Suami.
dan.. Tara.. ternyata benar, kita harus turunin anak tangga untuk sampai tempat ini dan lumayan lelah lah buat saya yang notabene jarang sekali olahraga. Jalan udah kayak siput, keringatan lagi. Hahaha. Tiba-tiba berpaspasan dengan cewe Bali yang sepertinya mau sembahyang. Mereka jalannya cepat sekali dan setengah berlari. Ah, pantas mereka langsing-langsing kan mau ibadah aja harus turun naik bukit. 😦

Tak lewat dari setengah jam, kita akhirnya sampai di bawah. oh ya, disepanjang jalan menuju candi, pemandangannya sangat indah, hamparan sawah dan beberapa para penjual sovenir.

Pura ini semacam dibagi atas dua bagian karena sebelah barat dan timur dipisahkan oleh sebuah sungai yaitu Sungai Pakerisan.

Pura Gunung Kawi archeological site is located in Tampaksiring Village. Peninggalan ini katanya sudah ditetapkan Unesco sebagai Word Heritage. Saya gak tahu pastinya, ya.

Situs ini bagi umat Hindu adalah bangunan suci ( kuil) yang dulu dibangun oleh Raja-raja Bali kuno yang tujuannya untuk Pertapaan/ pentirtaan. Dan Situs ini diduga dibangun pada abad ke – 11 Masehi berdasarkan penelitian arkeologi.

Kalau jalan kesini ada beberapa yang bisa kita lihat sebagai peninggalan sejarah Indonesia yaitu:
1. Gugusan 5 candi yang ada di tebing sebelah timur Sungai Pakerisan

2. Gugusan 4 candi yang ada di tebing sebelah Barat Sungai Pakerisan.

3. Candi ke 10 yang terletak di tebing Bukit Gundul dan banyak terdapat Goa-goa pertapaan.

Setelah puas berkeliling dan berfoto kami pun akhirnya pulang. Fuih… naik tangga, lagi. Hahaha.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s