Tari Kecak Bali, Indonesia Travelling

Tari Kecak

IMG_20180510_182907_HDR
Tari Kecak : Adegan saat Hanoman ditangkap dan akan dibakar oleh pasukan rahwana

Sudah hampir berminggu-minggu saya sudah tak lagi menyentuh dan bercerita di blog tercinta ini. Maafkan saya, itu semua berhubung karena saya baru saja melewati satu moment paling berharga dalam hidup saya yaitu : M.E.N.I.K.A.H. Yaa, I am a married girl now, bisa dibayangin betapa rempong nya persiapan menuju pernikahan apalagi bagi kami suku Batak yang harus melewati berbagai jenis prosesi adat yang tidak mudah, menguras tenaga dan buat hati tak karuan. Ditambah lagi sang pacar ( kini Suami.. cieee.. ) tidak berdomisili di Sumut jadi semua memang serba repot. Dan kami pun harus persiapan untuk pindah ke Nunukan, Kalimantan Utara.
long short story, after get married we chosed Bali for Honeyweek ( Not Honeymoon karena gak sampai berbulan, hanya seminggu.. hahah). Hmm Bali lagi Bali Lagi. It was mean that , that was the third times we came to Bali. ( Dulu juga suami PKL di Bali sampai sebulanan lebih) tapi yasudahlah ya berhubung karena memang Bali itu never ending place, murah, dan kita lagi benar-benar hemat ( ini karena kehabisan dana buat nikah. jadi yang jomblo kuatin dulu kantongnya sebelum yakin buat melamar si doi. wkwk) dan masih banyak Bali yang belum di eksplore maka pilihan Jatuh Ke Bali. Hahah.
Penerbangan yang melelahkan mulai pagi hari dari Bandara Int. Silangit ( DTB) Transit Jakarta ( CGK) ditambah drama delay Batik Air dan tiba di Bali (DPS) sudah malam sekitar 21.00 WITA.
Ini yang paling unpredictable, waktu delay beberapa jam di CGK, saya dan suami sibuk cari penginapan dan entah mengapa jaringan bolak balik hilang. Kami berdua memang tidak merencakan perjalanan ini jauh-jauh hari dan hanya beli tiket pesawat saja. Yasudahlah lihat di Bali saja nanti gimana kata Suami. And then, setelah di terminal kedatangan pas hidupin Hempong, si Papi dapat chat wa dari teman lamanya yang dulu pernah tinggal di Bali. Nah si teman lama ini sebut saja si Mr “B” ini sudah booking hotel/ penginapan buat kita di daerah Nusa Dua.. hihihi.. Meskipun hanya untuk satu malam itu sangat berarti buat kami. Thanks alot Mr B.

Pilihan pertama kami di Bali bukan pantai, tapi tari Kecak.

 

DSC00647
Perfect Sunset dari tempat duduk ku

Pilihannya jatuh di Pura Uluwatu, Desa Pecatu. Alasannya pertunjukan di Mulai sore dan pasti sunsetnya bagus. Dan memang pada kenyataannya pemandangan Sunsetnya sangat bagus. Langit emas merona.
cari info sana sini, pertunjukan Tari Kecak dimulai Pukul 18,00 Wita dan berakhir 19,00 Wita
Kita berangkat dari penginapanĀ  Pukul 11.30 WITa dan singgah dulu di beberapa tempat sebelum ke Uluwatu. sampai di Uluwatu pukul 16.30 WITA dan ternyata sudah sangat banyak orang yang antri pengen nonton Tari kecak ini. Counter tiket ditutup tepat jam 17.00 WITA. Bapak yang bertugas disana bilang kalau pertunjukan tari Kecak di Uluwatu dilaksanakan setiap sore hari dan bisa menampung 1000 orang penonton. wah hebat juga Bali ini hanya dari penonton Kecak saja luar biasa.

Setelah dapat tiket yang harganya Rp 100.000,- / orang, kita diarahkan ke arena pertunjukan seperti stadion kecil. Saya gak tahu namanya apa. Banyak sekali pegunjung uluwatu yang berbondong-bondong untuk menonton pertunjukan Tari. Mungkin lebih dari seribu kali ya. Saya dan suami memilih tempat duduk yang menghadap sunset dan di deretan belakang. Supaya lebih aman dan nontonnya lebih luas. hehe. Ternyata dari tempat kami duduk, kami dengan leluasa bisa melihat persiapan para penari, mereka berdoa dulu di Pura. Kemudian seorang Narator memasuki ruang pertunjukan dan memulai dengan doa, salam dan sapa. Saya sangat suka saat Narator mengatakan Bahwa ” Om swastiwastu.. Shalom…. Assalamualaikum….Indonesia Itu indah dengan kebhinnekaannya, jangan ada yang mau dan ingin merusak kekayaan budayanya karena ada doktrin-doktrin aneh yang merasuki jiwa kita seperti terorisme. Mari kita jaga warisan ini, Bali indah, Jawa Indah, Sumatera Indah, Papua Indah. Ayo lihat begitu banyak warga manca negara yang ingin tahu dan datang untuk menyaksikan ke Bhinnekaan Kita”

Kalau direnungi kalimat itu memang sangat benar adanya kawan, banyak perpecahan di Negara kita karena orang – orang yang tidak jelas. So, ayo cinta damai.

Dua puluh menit berlalu dari salam dan sapa narator, pertunjukan pun dimulai.
sekitar 70 an orang pria dewasa memasuki barisan prosesi membentuk lingkaran besar, mereka duduk melingkar dan mulai membuat paduan suara indah yang sering terdengar adalah… “cak…cak…cak….cak” Mungkin inilah alasan mengapa tarian ini dinamakan tari kecak. Instrumen mereka murni hanya suara dari mulut. Semacam bunyi gamelan dan musik jawa kuno sih tapi memang tidak diiringi musik. Unik. Sangat unik.

DSC00621
Pintu Pertunjukan akses keluar masuk para penari

Tarian ini adalah tarian yang sakral dimana seseorang yang sedang kemasukan roh berkomunikasi dengan para dewa untuk menyampaikan sabda. Tapi pada awal tahun 1930 an telah disisipkan cerita epos Ramayana ke dalam cerita tari kecak.
Singkat ceritanya drama tarian ini adalah tentang kisah percintaan Suami Istri Rama dan Shinta yang sempat terpisah karena berbagai hal kepelikan hidup yang mereka hadapai terutama saat Rahwana terpikat akan kecantikan Shinta, dan menculik Shinta. Singkat cerita, Rama ingin menyelematkan istrinya dan Rama mendapat Bantuan dari si Kera Putih Hanoman yang akhirnya bisa menyelamatkan Shinta. ( Kalau tidak salah ada cerita ini di Antv deh.. tontonan emak-emak jaman now :D)

IMG_20180510_175812

IMG_20180510_180302_HDR

IMG_20180510_180309_HDR

IMG_20180510_181551_HDR

IMG_20180510_181614_HDR

IMG_20180510_182009_HDR

IMG_20180510_182907_HDR

IMG_20180510_183054_HDR

Tarian ini berlangsung selama kurang lebih satu jam dan sepertinya saya tidak bosan meskipun termasuk panjang dan adegan tari dibagi menjadi empat bagian besar. Atraksi para penari dan sesekali lantunan pantun gurindam yang mereka berikan memberikan suasana baru yang Indonesia Banget. yang paling menegangkan adalah saat Hanoman tertangkap dan terbakar ketika ingin menyelamatkan Shinta. Tetapi karena dia kera yang hebat maka dia berhasil selamat.

IMG_20180510_183825
This is the most incredible dance that I ever seen. Bayangin aja, nonton tari yang epik disuguhi sunset yang indah, eh ditemani suami pulak. heheh. What a romantic place.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s