Banyuwangi – The Sun Rise Of Java – Kemana Saja Saya Selama disana ?

DSC_2073
Sun rise dari Puncak Ijen, 04.54 WIB. In frame : Gunung Baluran Jawa Timur

Sebutan The Sun Rise Of Java atau matahari terbit (bukan the suntet of Java seperti yang pernah aku dengar dari orang-orang ya) dari Jawa memang cocok disematkan untuk Banyuwangi. Bagaimana tidak, sekitar pukul 03.15 WIB sholat subuh sudah berkumandang dan Pukul 04.04 WIB matahari sudah mulai terbit dari peraduannya. Bagi saya yang berasal dari Sumut, masih susah juga menyesuaikan cepatnya perputaran matahari disini.
The Legend Of Banyuwangi

Menurut legenda, Banyuwangi adalah air yang wangi yang terjelma dari jasad Ratu Sri Tanjung yang dicurigai selingkuh oleh Suaminya Patih Sidopekso karena pengaduan Prabu Sulahkromo. Padahal sang Prabu hanya menyebar fitnah terhadap Sritanjung yang menolak cintanya karena memilih setia kepada suaminya Patih Sidopekso yang sedang berada di medan tugas. ( Kog mirip dengan kisah Daud dan Betseba ya, bedanya Betseba mau tergoda .. hihi) Prabu menyebarkan fitnah bahwa sang istri sudah berselingkuh dengan raja kepada suaminya. Itulah yang menyebabkan Patih murka terhadap Sri Tanjung dan akan membunuh istrinya itu. Sebelum dibunuh, Sri Tanjung punya permintaan agar jasadnya diceburkan ke air yang keruh. Jika airnya berbau busuk, maka dia telah melanggar janji tetapi jika airnya wangi itu artinya Sri Tanjung tetap menjaga kesetiannya. Dan pada kenyataannya air tersebut menjadi wangi. Patih menyesali perbuatannya sembari berkata “banyu..wangi..banyuwangi”. Banyuwangi lahir dari pengorbanan cinta yang tulus. Banyuwangi was born from the true love and sacred love ( jadi mewek. hikkss 😦 ).
Okay. Back to the topic!
Banyuwangi itu pastinya punya dan memiliki alam yang sangat indahnya (setidaknya menurut saya). Letaknya juga sangat strategis. Dekat dengan Pulau Bali yang sudah terkenal kemana-mana itu dan bisa dicapai dengan mudah.

So how to reach Banyuwangi?

Banyuwangi bisa dicapai  dari jalur Udara, Darat ataupun Laut. Dari Udara, Banyuwangi juga sudah punya bandara perintis yaitu Blimbing sari mungkin untuk jadwal penerbangan menurut Info sudah tersedia dari Juanda – Blimbingsari, Jakarta – Blimbingsari atau Ngurahrai Bali – Blimbingsari. Kalau jalur darat, kebetulan keberangkatan saya dari Jakarta maka paling simpel adalah naik kereta api. Ada berbagai pilihan baik ekonomi, premium, bisnis ataupun eksekutif tergantung budget. Bisa berangkat dari Stasiun Gambir (khusus kereta eksekutif) atau dari stasiun Senen ( kereta ekonomi) tujuan ke Stasiun Gubeng, dari Gubeng ke Stasiun Karangasem. Bisa juga ke stasiun Banyuwangi Baru kalau memang mau yang jauh dan lebih dekat dengan pelabuhan Ketapang. Jalur laut kemungkinan dari Bali, bisa dicapai wisatawan dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang. Waktu dari pusat kota Bali ke Gilimanuk sekitar 3-4 jam menggunakan motor/ mobil.
Pertama kali datang ke Banyuwangi hal pertama yang terlihat adalah kotanya bersih. Orang-orangnya ramah. Bagi teman-teman yang tidak tahu seputar informasi wisata, Pemerintah Kabupaten, Dinas perhubungan dan Dinas Pariwisata berkolaborasi untuk memberikan informasi lengkap seputar pariwisata Banyuwangi bahkan angkutan gratis bagi para turis domestik dan mancanegara. Datang saja ke terminal Brawijaya disana ada Tourist Information Center (TIC) Office. Bukan hanya itu mereka juga punya penginapan murah bertipe bunk bed/ dormitory untuk para pejalan hemat seperti saya. Semoga semua Kabupaten di Indonesia mengikuti jejak Banyuwangi ini.
Banyuwangi punya spot menarik untuk dikunjungi baik wisata bahari maupun pegunungan. Memang belum semua tempat saya kunjungi ketika datang kesini karena saya percaya selalu ada waktu yang baik lagi untuk mengantar saya kembali lagi. So, there are that Places:
1. Pulau Tabuhan
Pulau Tabuhan adalah pulau kecil yang luasnya sekitar 5 ha. Pulau tabuhan terletak di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo sekitar lebih kurang 20 km dari Kota Banyuwangi. Posisinya di antara Pulau Jawa dan Pulau Bali. Pulau ini tidak berpenghuni sehingga kebersihannya masi terawat. Mencapai pulau ini adalah naik perahu nelayan dari Pantai watu Dodol. Pantainya berpasir putih dan airnya hijau Toska. Pulau ini cocok untuk spot diving bagi para pecinta surga laut. Menurut info juga pulau ini digunakan sebagai tempat kompetisi berselancar angin dari berbagai negara.

IMG_20171028_140743
Pulau Tabuhan
IMG_20171028_140824
Pulau Tabuhan
IMG_20171028_135221
Lautnya Biru
IMG_20171028_140538_1
Pasir Putih & Bersih di Pulau Tabuhan

2. Bangsring Underwater
Bangsring underwater adalah salah satu konservasi bawah laut yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan para pegiat wisata bawah laut desa Bangsring untuk menjaga ekosistem bawah laut seperti terumbu karang yang rusak ataupun biota laut yang hilang. Bangsring underwater juga dikembangkan untuk membudidayakan atau penangkaran hiu. Tiket masuk ke tempat ini sekitar Rp 10.000 per orang dan hanya kurang lebih 5 menit saja dari bibir pantai. Selain Bisa melihat hiu, di bangsring juga bisa berenang melihat ikan-ikan hias. Pengunjung diperbolehkan untuk memberi roti untuk ikan -ikan hias tersebut.

IMG_20171028_143601
Pemandangan dari Rumah Apung Bangsring Underwater
IMG_20171106_120056
Rumah Apung Bangsring Underwater
IMG_20171106_120044
Ikan Hiu di Penangkaran
IMG_20171106_120111
Ikan warna/i di bangsring under water
IMG_20171106_120136
Ikannya pada kumpul semua dikasih roti 🙂
IMG_20171106_120150
Ikan dungong 😛

3. Pantai Boom
Pantai ini tidak jauh dari pusat kota dan kami hanya jalan kaki saja sekitar 10 menit sudah sampai di pantai ini. Disini bisa menikmati indahnya sunrise maupun sunset yang ada di balik Pulau Bali. Uniknya pantai ini berpasir hitam.

DSC_1867
Pantai Boom berpasir hitam dan berlatar pulau Bali

4. Kawah Ijen
Kawah ijen adalah tujuan utama saya datang dan berkunjung ke Banyuwangi. Melihat bluefire yang fenomenal dan hanya ada dua di dunia yaitu di Gunung Ijen dan di negara Ethiopia. Untuk tiba ke titik awal ijen yaitu Paltuding, kami menggunakan jasa angkutan gratis yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. You can read my experience when I went to Ijen Kawah Ijen – Akhirnya Kita Berjodoh

Semoga suatu saat kembali lagi ke Banyuwangi dan bisa mengunjungi taman nasional alas purwo, teluk hijau, pulau merah, pantai sukamade dan tempat-tempat indah lainnya. 🙂

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s