Selalu saja gagal ke Sabang. Kapan ya?? huhuh…

Satu tempat yang sangat ingin dikunjungi adalah Sabang. Beberapa kali saya berencana mengunjungi Sabang tetapi belum pernah tercapai. Tahun 2013, saat berkunjung ke Banda Aceh, rencana saya dan teman-teman berkunjung ke Sabang gagal karena ada hal penting yang membuat kami harus merubah rencana dan kembali ke Medan. Entah karena hanya mendengar cerita dari teman-teman yang sudah menginjakkan kaki kesana dan menceritakan tentang pesonanya yang luar biasa atau entah karena hanya melihat pantai di Banda Aceh saja sudah sangat indah, yang penting aku jatuh cinta dengan tanah Aceh terutama Sabang. Sehingga setiap ada kesempatan saya selalu menyempatkan diri untuk mencari cerita dan berita tentang keindahan Sabang.

Siapa yang tidak kenal Sabang? walaupun belum pernah mengunjungi, setidaknya namanya sangat kerap terdengar mulai dari kita duduk di bangku Sekolah dasar dari salah satu lagu nasional Ciptaan R.Sunaryo “dari sabang sampai Merauke berjejar pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia”. Sabang, sekeping surga bahari di ujung barat Sumatera, Indonesia. Kota ini adalah kota terbesar di Pulau Weh dan berbatasan langsung dengan Selat Malaka di sebelah Timur dan Utara, Selat Benggala di sebelah Selatan dan Samudera Hindia di sebelah barat. Di pulau Weh, ada satu icon yang menandakan bahwa bagian terbarat Indonesia ditandai dengan tugu nol kilometer Indonesia yang terletak di titik Ba’u bagian paling utara pulau Weh. Meskipun pada kenyataannya titik paling barat Indonesia bukanlah pulau weh tapi Pulau Benggala yang terletak di selat benggala yang berbatasan langsung dengan perairan Laut Andaman dan Samudera Hindia. Disekitar Pulau weh ada beberapa pulau seperti Pulau Rubiah, Pulau Rondo, pulau klah dan pulau seulako.

Kota sabang bisa dicapai melalui Banda Aceh melalui pelabuhan Ulee Lheue menuju pelabuhan Balohan di Sabang dengan kapal cepat ataupu kapal yang lambat. Dengan kapal lambat, wisatawan bisa melihat lumba-lumba di laut lepas. Bisa juga dengan alternative penerbangan udara, jika dari Medan maka dari bandara udara Kualanamu menuju Bandara Mauimun Saleh di Sabang.

Sebagai kota yang sudah dilekatkan sebagai tujuan wisata nasional oleh Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata, maka jika berkunjung ke Sabang, para pengunjung akan diberikan berbagai suguhan menarik mulai dari khas kuliner, pemandangan alam yang alami, snorkeling, diving hingga wisata yacht yang sekarang ini sedang diperkenalkan kementerian pariwisata di Sabang.

Banyak hal yang bisa kamu lakukan di Sabang (kali ini ngarep dulu..hihi)

  1. Mengunjungi Titik kilometer 0 Indonesia

Tugu ini termasuk salah satu icon yang terkenal di Indonsia karena salah satu penanda titik kilometer 0 di Indonesia. Perjalanan menuju Tugu Kilometer 0 indonesia kita melewati Pantai Iboh, pantai Gapang dan Pulau Rubiah

  1. Snorkeling

Liburan ke sabang tidak akan pernah sempurna jika tidak menikmati wisata bawah laut. Salah satu yang bisa dilakukan adalah snorkeling. Snorkeling atau senam permukaan adalah kegiatan berenang yang dilakukan di laut lepas dengan menggunakan alat bantu pernafasan berbentuk J yang disebut snorkel. Snorkel adalah sebuah mask (kacamata renang berukuran besar) dan sebuah tube (sebuah pipa untuk menghirup udara melalui mulut). Tidak usah khawatir karena para wisatawan yang tidak bisa berenang pun bisa melakukannya karena snorkeling menggunakan alat bantu pelampung dan alat bantu pernafasan. Snorkeling biasanya dilakukan di siang hari. Banyak pantai bisa dijadikan tujuan snorkeling, seperti Pantai Iboh, gapang, Rubiah, Ujung Karang dan Arun. Namun yang paling menjadi favorit adalah Pantai Gapang, Iboih dan Rubiah.

Pantai iboh biasanya disebut dengan Teupin Layeu terletak di sebelah barat pulau weh. Pantai ini sebenarnya adalah sebuah pelabuhan untuk menuju pantai Rubiah. Pantai ini menarik karena didukung banyaknya penginapan yang memadai baik untuk kelas resort ataupun untuk kelas backpacker didukung juga berbagai fasilitas kuliner masyarakat setempat. Jaraknya sekitar 23 km dari Kota sabang. Pantai iboh dan memiliki keindahan yang luar biasa, memiliki pasir putih dan airnya sangat jernih. Selain untuk snorkeling, sangat banyak spot foto di sekitar pantai ini.

Pantai Rubiah juga memiliki spot yang menarik untuk snorkeling, jaraknya 350 m dari pantai Iboh, luasnya 0,375km2 dan merupakan pulau paling utara di Sumatera. Rubiah berasal dari seorang nama perempuan “Siti Rubiah” yang dimakamkan di pulau tersebut.

Sama seperti pantai lainnya, Pantai gapang juga tidak kalah menarik, airnya jernih dan air lautnya biru, hampiran pasirnya putih. Di pantai ini banyak ditemukan para wisatan mancanegara. Daya tariknya adalah angin sepoi-sepoi yang tenang sehingga cocok untuk tujuan wisata bagi keluarga. Jika tidak membawa alat snorkeling maka wisatawan bisa menyewa alat snorkeling sekitar Rp 40.000,00 di sekitar pantai, juga bisa menggunkan jasa pemandu.

  1. Diving

Diving adalah kegiatan menyelam. Para pengunjung bisa melakukan Scuba (Self Contain Underwater Breathing Apparatus) diving yaitu kegiatan menyelam dengan menggunakan alat bantu pernafasan dengan menggunakan udara dari tabung udara atau Free Diving adalah kegiatan menyelam dengan menahan nafas selama beberapa waktu di bawah permukaan air. Free diving hanya mengandalkan udara saja dan kemampuan menahan napas di dasar laut. Diving bisa dilakukan di Rubiah, Gapang , Iboh ataupun pantai lainnya di Sabang. Para penyelam menyebut Rubiah sebagai See Garden of Rubiah karena keindahan taman lautnya yang sangat mempesona. Pulau Rubiah merupakan tempat penelitian biota laut. Terdapat 15 jenis biota laut yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan 14 diantaranya ada di Rubiah

  1. Wisata Yacht

Jika ingin mencoba sesuatu yang berkelas dan berbeda cobalah wisata yacht atau wiasata kapal pesiar. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata sudah memperkenalkan wisata yacht (kapal asing) di berbagai wiasata bahari Indonesia salah satunya adalah Pelabuhan di Sabang, Aceh. Berdasarkan Peraturan President no 105 tahun 2015 tentang kunjungan kapal wiasat (yacht) ke Indonesia Kapal wisata (yacht) asing adalah alat angkut perairan yang berbendera asing dan digunakan sendiri oleh wisatawan untuk berwisata atau melakukan perlombaan – perlomban di perairan baik yang digerakkan dengan tenaga angin dan/ atau tenaga mekanik dan digunakan hanya untuk kegiatan non niaga. Karena kemudahan kapal asing inilah maka pemerintah menetapkan Sabang sebagai daerah wisata yang didukung dengan fasilitas yang memadai serta pelayanan yang mumpuni. Wisata kapal pesiar ini bisa dicoba saat berkunjung ke Sabang untuk menikmati keindahan bahari Sabang.

Hmmm..suatu saat rasanya ingin ke Sabang (kapan ya??). Tulisan ini dulu saya tulis waktu ada lomba blog dari Kemenpar tapi gak sempat di post karena keburu deadline. 😀 – dari pada jadi sampah, yah di post in aja dehhhh…

 

Yuhuiiii 😀

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s