Kelas Inspirasi – buat nagih

“Harus rajin membaca ya adek-adek, biar pintar dan bisa jadi juara kelas” ujarku saat menjadi salah satu inspirator kelas inspirasi Deliserdang #1 di kelas 6B SDN 101751 Kelambir 5 Kecamatan Hamaparan Perak Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
“Bu… masih banyak yang belum tahu membaca” seru beberapa anak sembari menunjuk beberapa orang anak kelas 6 yang belum lancar baca.
Pagi itu, 07 November 2016 Saya dan sebelas teman lainnya ( 7 orang inspirator termasuk saya – profesi kami masing- masing: bankir, HRD, guru, insinyur bangunan, tentara, pekerja sosial, PNS, dan satu lagi saya lupa – 3 orang fasilitator dan 2 orang fotografer) dari kelas inspirasi Deli serdang, ikut berpartisipasi dalam kegiatan relawan Kelas inspirasi Indonesia mengajar. Awal Oktober saya memberanikan diri dan melawan rasa takut untuk mendaftarkan diri di kelas inspirasi Deli serdang. Setelah pengumuman, saya hampir gak ikut karena sedang tidak di Medan bahkan briefing yang diadakan tanggal 29 Oktober dan tinjau lokasi 5 November saya tidak ikut. Saya hanya turun lapangan ketika hari H. Sabtu siang hingga Minggu malam, saya mempersiapkan lesson plan yang secara garis besar menceritakan tentang profesi saya selama aktif di dunia Narkoba. Karena merasa narkoba masih terlalu dini untuk diceritakan kepada anak SD, maka saya hanya menjelaskan narkoba secara garis besar dan rencananya di kelas akan lebih memotivasi mereka agar rajin belajar. Sepanjang dua malam terakhir selalu bertanya-tanya, gimana ya nanti kalau di depan anak SD tiba-tiba nge blank dan kehabisan ide (Terkadang memang rasa kuatir begitu besar).
Akhirnya tiba juga Senin pagi, saya usahakan bangun secepat mungkin dan janjian (yang sebelumnya sudah dikonfirmasi di group WA) dengan teman-teman inspirator yang sebelumnya belum pernah saya jumpai sebelumnya di Setia Budi, Medan. Teman-teman saya orang –orang hebat dan semangatnya yang sangat luar biasa terpancar dari aura wajah mereka. Jujur, karena ini adalah pengalaman pertama saya, saya sangat deg-degan meskipun mencoba mengalihkan ketegangan hati dengan cerita dan bercakap- cakap dengan kakak dan abang inspirator satu kelompok (kami tergabung di kelompok #3). Jam 6.30 WIB kami akhirnya berangkat menuju sekolah SDN 101715 yang berada di pinggiran kota Medan dan akses kesana tergolong cepat meskipun jalan menuju kesana rusak dan belum terfasilitasi dengan baik. Setelah hampir satu jam, akhirnya kami tiba juga di sekolah yang akan kami fasilitasi. Rasa deg-degan seketika lenyap karena murid-murid langsung menyerbu kami dan menyalami kami. Ratusan manusia menyalami kami rasanya tangan sedikit pegal. Hehehe.
Setelah menyimpan barang-barang di ruangan koperasi sekolah, Upacara bendera langsung dimulai dan kami ikut serta. Anak-anak memandang kami dengan antusias. Mungkin dalam hati mereka, siapa dan apa gerangan yang akan kami lakukan. Upacara dilakukan dengan khusyuk, Pembina upacara juga diwakili salah satu dari tim kami yaitu bang Irwan yang berprofesi sebagai bankir. Rasa nasioanalisme saya sangat tergugah. Ternyata sudah sangat lama tidak pernah lagi mengikuti upacara bendera. Terakhir kali ikut upacara bendera seingat saya ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Sekitar 10 tahun lalu. Wah, lama juga ya maklumlah karena di SMA upacara bendera ditiadakan. Anak-anak menjalankan peran di upacara sangat bagus baik para anggota paskibra, pengibar bendera dan semua yang ikut upacara berperan dengan baik. Setelah selesai upacara, kami juga disambut dengan tarian melayu yang dibawakan oleh anak-anak SDN 101751.
Setelah disambut dengan tarian tradisional Melayu, Abang ketua kami bang Rizky memperkenalkan diri kami dari mana dan tujuan kami datang ke sekolah mereka untuk apa. Kami tidak langsung masuk kelas tetapi masih melakukan pemanasan yaitu senam penguin. Semua ikut serta baik guru-guru, pegawai, kami tim KI, dan semua siswa SDN 101751. Kondisi sekolah seketika riuh ketika lagu senam penguin diputar dan senam dipimpin kak Putri yang berprofesi sebagai insinyur. 15 menit mengikuti senam, tibalah saatnya kami masuk kelas. Saya kebagian di lima kelas yaitu 6B, 6A, 5A,5B,5C. Saat saya masuk ke kelas pertama, 6B suasana riuh dan ramai, setelah menempelkan lagu macam-macam profesi di papan tulis, saya perkenalkan diri. Kemudian membuat beberapa pertanyaan kira-kira dengan memakai baju seperti yang saya kenakan, saya profesinya apa. Ada anak yang menjawab pegawai BNN, ada juga yang bilang polwan, ada yang bilang penyanyi (yang ini saya tidak tahun alasannya. :D), ada yang bilang penangkap narkoba. Heheh. Tidak ada satupun yang pernah dengar profesi pekerja sosial. Setelah menjelaskan apa itu pekerja social adiksi, apa yang saya kerjakan setiap harinya barulah mereka (mungkin) sedikit mengerti. Kemudian mereka saya ajak bernyanyi. Kemudian, memotivasi mereka agar rajin-rajin membaca. Ketika saya mengajak mereka rajin membaca, tiba- tiba mereka langsung bilang kalau masih ada beberapa teman mereka yang belum tahu membaca. Saat saya tanya siapa, dan saya dekati anaknya mengapa sudah kelas enam belum tahu membaca mereka hanya tersenyum dan tersipu malu. Rasanya saya sangat tersentuh dengan kondisi ini. Agar suasana tidak terfokus pada mereka akhirnya saya coba minta mereka menceritakan cita-citanya jadi apa. Sebagian besar dari mereka ingin jadi Polwan, Polisi dan tentara. Di akhir kelas saya ajak mereka untuk berlatih lagu macam-macam profesi. Kelas akhirnya berakhir di menit ke 30 dan berlanjut ke kelas 6A, 5A, 5B, dan 5C. Kondisi di kelima kelas kurang lebih sama tetapi saya melakukan beberapa modifikasi dalam hal pengajaran (agar saya tidak bosan juga). Kegiatan ini benar-benar menguras tenaga dan berhasil membuat saya keringatan. Mengajar anak SD tidak semudah yang dibayangkan, rasa ingin tahu mereka sangat tinggi, keributan di kelas juga susah dikendalikan. Saya susah membayangkan betapa seorang guru itu sangat mulia profesinya. Mendidik anak-anak dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Saya saja yang hanya setengah hari mengambil alih tugas guru mereka sudah dibuat serak suaranya. Tetapi satu hal yang benar-benar saya tahu bahwa rasa takut dan rasa kuatir hilang seketika saat mendengar tawa mereka. Kegiatan ini sepertinya sudah membuat candu baru bagi saya. Jika Tuhan berkehendak, sepertinya saya akan ikut lagi di Kelas Inspirasi berikutnya.

img-20161107-wa0044
Setelah semua kelas selesai didatangi para inspirator, maka tibalah kami ke acara penutupan yaitu pelepasan balon, para siswa menempelkan cita-cita di pohon cita-cita yang sudah disediakan inspirator dan fasilitator serta pemberian bunga oleh ketua kelas ke wali kelas mereka. Ternyata di luar dugaan kami, di acara penutupan kami mendapat sertifikat dan penghargaan dari pihak sekolah. Kami juga disuguhi makan siang oleh pihak sekolah. Hehehe. Dahaga dan lapar terbayar sudah.

img-20161107-wa0053
Secara pribadi, saya berharap acara ini bukan hanya ajang foto dengan anak- anak SD dan eksis-eksisan tetapi berharap agar anak-anak SDN 101751 terinspirasi oleh kehadiran kami, mereka semakin rajin belajar, membuka wawasan mereka tentang berbagai profesi di luar sana yang tidak hanya terbatas hanya polisi ataupun TNI saja. Saya tidak bilang saya sempurna dan tidak bilang profesi saya sudah bonafit tetapi setidaknya saya merasa sudah memberi apa yang bisa saya beri. Kelas inspirasi ini mengajari saya banyak hal, semangat, pantang menyerah. Mungkin bukan hanya mengisnpirasi tetapi saya terinspirasi untuk semakin memberi lebih untuk pendidikan Indonesia. Kelas inspirasi ini bisa diikuti oleh semua orang yang ingin terjun langsung ke sekolah yang tertinggal dan ingin merasakan bagaimana atmosfer sekolah yang belum maju dengan syarat pengalaman kerja minimal 2 tahun. Perlu diingat juga, para relawan di Kelas inspirasi tidak dibayar, pokoknya harus tulus dan tanpa bayaran bahkan semua biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan inspirasi ini ditangggung oleh tim. Saya berani menjamin ini adalah kegiatan yang sangat menggugah. Kamu wajib ikut. Untuk info lengkapnya apa itu kelas inspirasi dan bagaimana ikutan di kelas inspirasi kunjungi kelasinspirasi.org

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s