Pulau Banyak yang menawan

1476216173530.jpg

(tulisan ini juga saya muat di jurnal kompasiana saya http://www.kompasiana.com/ibeth)

Aceh tidak akan pernah ada habisnya. Keindahan alam yang sangat alami pasti akan mengajakmu untuk kembali lagi. Tak hanya Sabang yang sudah tersohor tetapi masih banyak sudut-sudut di provinsi ini yang belum setenar Sabang. Salah satunya adalah Pulau banyak di Kabupaten Aceh Singkil. Pulau banyak adalah sebutan untuk semua gugusan pulau-pulau yang ada di Kabupaten Singkil, kecamatan Pulau Banyak yang menurut penduduk setempat ada 99 buah pulau tetapi setelah adanya bencana tsunami Nias tahun 2005 tersisa sekitar 32 pulau. Keindahan pesona pulau-pulau kecil di kepulauan banyak tidak kalah indah seperti di Indonesia Timur. Bahkan menurut saya, ada beberapa spot yang tidak kalah menarik dengan pulau Dewata, Bali.

Akses menuju gugusan pulau ini memang menurut saya termasuk ruwet dan ribet. Jika berangkat dari luar Sumatera, maka akses terdekat adalah kota Medan. Dari kota Medan menuju Aceh singkil bisa membutuhkan waktu selama ± 8 jam bisa menggunakan jasa travel atau mobil L 300 dari Simpang Pos. Dari pelabuhan di singkil menuju pulau balai (sebagai pulau dengan paling banyak penduduk di Pulau Banyak) memerlukan waktu 3 jam naik kapal penumpang dan barang. Mengarungi samudera Hindia selama 3 jam itu bagi saya rasanya membosankan apalagi pemumpangnya dipaksa berdesak-desakan. Maka disarankan agar tidak bosan pergilah bersama teman-teman dan orang terkasih J.

Beberapa menit sebelum kapal menuju pelabuhan di Pulau banyak, saya benar-benar tercengang karena di sekitar pulau balai, hamparan laut yang hijau dan bersih, pohon – pohon kelapa  nyiur melambai. Hmm.. aroma pantai membuatku jatuh cinta. Rasa bosan dan jenuh di dalam kapal terbayar sudah.

Sesampainya di penginapan kami (saya dan teman-teman) langsung berberes dan makan siang. Satu jam kemudian langsung hoping island. Pulau yang kami datangi di hari pertama adalah pulau tapus-tapus, pulau panjang, pulau rangit, pulau malelo kecil dan beberapa pulau lain saya lupa namanya karena memang banyak pulau yang kecil-kecil di gugusan pulau banyak ini. Setiap pulau punya keindahan dan keeksotisan masing-masing. Pulau tapus-tapus, tempat yang bagus untuk snorkeling. Pulau rangit, pasirnya putih dan sepi serasa pulau pribadi, orang local yang meng guide kami tidak menyarankan untuk snorkeling disana karena katanya banyak buaya laut dan dalam juga (hiiii…seram!!), di pulau rangit juga bisa naik mercusuar untuk menikmati keindahan hamparan laut yang hijau, biru dan pasir putih yang sangat menawan. Pulau ini juga memiliki spot yang sangat bagus untuk foto-foto. Pulau Malelo kecil, pulau yang menurut saya paling unik. Ini salah satu pulau yang hampir tenggelam saat bencana tsunami Nias tahun 2005, hanya tinggal pasir putih dan beberapa pohon kelapa yang sudah membusuk. Merasa parno sendiri sih saat ada di pulau ini meski pun kami ramai-ramai tetap aja ombaknya segede gaban yang hampir menyapu semua pasir pantai dan mungkin karena kita bisa ngelihat semua sudut pulau ini kali ya. Pulau Malelo kecil juga sangat bagus untuk menjepret foto jika kamu senang berfotografi, berburu sunset di pulau ini juga Ok. Mengoleksi foto sunset sebanyak-banyaknya menjadi tujuan utama kawan-kawan saya karena memang indah sekali panoramanya. Ah, Ciptaan Tuhan memang Luar biasa.

Hampir malam, kami mengakhiri perjalanan kami di pulau Malelo kecil apalagi ombak sudah semakin besar. Setelah kembali ke penginapan, kami merencanakan perjalanan besok paginya. Beberapa teman ingin pulang saja (karena memang kami berangkat dari Medan saja hari Jumat sampai di Pulau Banyak Sabtu, eh Senin kerja. Hahah. Derita masih anak bawahan, jadilah kami dilema karena masih banyak pulau yang belum tereksplore) dan bebepa dari kami ingin stay satu hari ke depan untuk mengunjungi lebih banyak lagi tempat yang lebih indah. Akhirnya dengan berembuk selama beberapa jam kami akhirnya memutuskan untuk meliburkan diri dengan konsekuensi biaya di pulau semakin bertambah dan pastinya kena tegor dari kerjaan.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s