Pelaruga, Jungle Trekking ~ Wisata Alam Langkat Sumatera Utara

Kabupaten Langkat memang menawarkan banyak sekali wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungi selain taman nasional Gunung Leuser yang begitu mendunia bahkan menjadi salah satu warisan dunia yg ditetapkan UNESCO (meskipun sebagian besar Tngl adalah kawasan Aceh) wilayah lainnya juga masih sangat sejuk dan jauh dari hiruk pikuk kota. Air terjun, sungai, dan wangi khas hutan akan membuatmu benar-benar nyaman jika mendaratkan kaki di sini. 🙂

Pelaruga. Pemandu Alam rumah galuh. Jadi pelaruga itu adalah sebuah komunitas pecinta alam di desa rumah galuh yang dibentuk para pemuda untuk melestarikan kekayaan alam di desa rumah galuh dan memberdayakan para pemuda yang tidak sedang bekerja untuk menjadi pemandu bagi para turis lokal dan asing (info terpercaya, red.). Wah, jadi berarti angka pengangguran kurang donk, kreatif juga ya.. So? Yang jadi destinasi wisata apa dong ya??? Banyak. Iya banyak. Beberapa diantaranya air terjun tongkat, kolam abadi dan air terjun teroh-teroh. Ketiga tempat ini berdekatan ya.

Rombongan kami berangkat dari Medan (3 cwe dan 2 co dan hnya daku yg gk gandengan) sekitar pukul 08.00 Wib menuju kota Binjai, setelah tiba di depan Binjai Super Mall, ada simpang ke kanan itu jalan ikutin aja (kalau kebingungan tanyain gps dan orang sekitar, jamin gak mungkin nyasar 😉 ). Perjalanan kami menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam melewati hutan dan rumah penduduk yang tidak terlalu ramai.

Sesampainya di sekitar desa rumah galuh, kami ketemu seorang guide ( read : calo) yang mana langsung tahu tujuan kami kemana. Setelah berembuk dan berbincang kita akhirnya setuju untuk diantarin si bapak sampai ke komunitas pelaruga. Setelah kira-kira 30 menit diperjalanan ada banyak sekali pemandu alam yang terdapat di desa rumah galuh tetapi berdasarkan hasil googling kami yang jadi founder komunitas adalah “pelaruga” yah jadi kami pilih mereka saja. It’s okay sih guys mau milih jasa yang mana, yang penting kemana hati lebih percaya. Setelah sampai di pelaruga, kami langsung disambut hangat para guide (read : guide ), kenalan, para guide ngejelasin kondisi air terjun serta tawar-menawar harga akhirnya kami bayar Rp 60.000/ orang untuk 3 air terjun yang akan dijelajah (air terjun tongkat, kolam abadi dan teroh-teroh). Kalau guidenya bilang sebenarnya harga Rp 60.000 itu sudah cukup mahal tetapi karena kami diantar calo jadi mau gk mau mereka harus memperhitungkan itu (it’s okay lah ya, berbagi itu indah kog).

Setelah siap-siap, kami di briefing dulu sama si abang guide sebelum memulai adventure kami. Perjalanan menuju air terjun menurut pengakuan guide tidak memakan waktu sampai 2 jam. Jadi awalnya mikir gini ”wah, lumayan gampang nih”. Eits, jalani dulu baru berani koment ya.

Ok, perjalanan kita mulai…

Ini foto kami di kolam Abadi Guys
image

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s